Blog buat belajar

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Wacana Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wacana Guru. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Mei 2015

Kapasitas Udara Pernapasan

Besarnya volume udara pernapasan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ukuran alat pernapasan, kemampuan dan kebiasaan bernapas, serta kondisi kesehatan.

Volume dan kapasitas paru-paru pada manusia, volume tidal, volume pernapasan simpanan, volum udara keluar simpanan, volume sisa pernapasan
Volume dan kapasitas paru-paru pada manusia
Terdapat empat asas mengukur kapasitas (volume) pernapasan yaitu:
  1. Volume tidal (TV=tidal volume), merupakan volume udara pernapasan pada saat melakukan pernapasan biasa.
  2. Volume pernapasan simpanan (IRV= inspiratory reserve volume), merupakan volume maksimum udara pernapasan yang dapat diambil pada saat menarik napas. Volume ini lebih banyak daripada volume udara pada saat menarik napas biasa.
  3. Volume udara keluar simpanan (ERV=expiratory reserve volume), merupakan volume maksimum udara yang dapat dikeluarkan. Udara yang dikeluarkan ini volumenya melebihi udara pernapasan biasa.
  4. Volume sisa pernapasan (RV=residual volume),  merupakan jumlah udara yang masih tersisa di dalam paru-paru dan tidak dapat dikeluarkan, merupakan volume udara tetap yang ada di dalam paru-paru setelah dilakukan pengeluaran napas maksimum.
Berdasarkan keempat asas di atas, dapat dihitung kapasitas udara pernapasan menggunakan rumus berikut ini:
  1. Kapasitas paru-paru total (TLC=total lung capacity), merupakan kapasitas paru-paru secara keseluruhan (volume udara di dalam paru-paru setelah tarikan napas maksimum).
    TLC=IRV+TV+ERV+RV
  2. Kapasitas sisa pernapasan (FRC=functional residual capacity), merupakan jumlah udara yang masih terdapat di dalam paru-paru setelah udara pernapasan normal dihembuskan keluar. FRC=ERV+RV
Demikian artikel mengenai kapasitas udara pernapasan, semoga bermanfaat. Baca juga artikel lainnya di blog ini.
Share:

Proses Pernapasan Pada Manusia Secara Ringkas dan Jelas

Bernapas merupakan ciri dari makhluk hidup. Proses Pernapasan melibatkan organ-organ pernapasan yang menyusun sistem pernapasan, mekanisme pernapasan ada dua macam yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut. Bernapas intinya adalah menghirup udara dan mengeluarkan karbondioksida serta uap air, namun dalam udara yang kita hirup sebenarnya yang dibutuhkan hanyalah oksigen saja, kandungan-kandungan gas lain dalam udara tidak diperlukan untuk proses pernapasan. 

Jumlah oksigen yang kita ambil melalui udara yang kita hirup tergantung pada kebutuhan tubuh. 

Kebutuhan oksigen dipengaruhi oleh:
1. Jenis pekerjaan
2. Ukuran Tubuh
3. Serta jumlah maupun jenis bahan makanan yang kita makan

Umumnya manusia membutuhkan kurang lebih 300 cc oksigen dalam sehari (24 jam) atau sekitar 0,5 cc tiap menit. Kebutuhan tersebut berbanding lurus dengan volume udara inspirasi dan ekspirasi biasa, kecuali dalam keadaan tertentu. Misalnya saja konsentrasi oksigen udara inspirasi berkurang atau karena konsentrasi hemoglobin darah berkurang.

Proses pernapasan secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Oksigen yang dihirup pada saat menarik napas akan berdifusi masuk ke dalam darah melalui kapiler darah yang menyelubungi alveolus.
Struktur alveolus pada paru-paru manusia
Struktur alveolus
2. Selanjutnya, sebagian besar oksigen akan diikat oleh zat warna darah atau pigmen darah yang kita kenal dengan nama Hemoglobin untuk diangkut ke sel-sel jaringan tubuh. Hemoglobin yang terdapat dalam tiap butir darah merah atau eritrosit ini tersusun oleh senyawa hemin atau hematin yang mengandung unsur besi dan globin yang berupa protein.

Pertukaran gas pada alveolus
Pertukaran gas pada alveolus
3. Hasil pernapasan yang dikeluarkan adalah berupa karbondioksida, sebenarnya reaksi pernapasan adalah berupa pengolahan oksigen menjadi energi dan pelepasan karbondioksida tersebut dilakukan di dalam sel dan terjadi pada organel yang disebut mitokondria.

4. Peristiwa respirasi di dalam sel ini disebut sebagai oksidasi. Jadi organ pernapasan berfungsi untuk mengambil udara pernapasan, menampung kemudian mendistribusikannya ke seluruh jaringan tubuh, serta mengeluarkannya dalam bentuk udara hasil pernapasan.

5. Selain mengeluarkan karbondioksida, udara hasil pernapasan juga mengeluarkan uap air. Oleh karena itu apabila kita menghembuskan napas di kaca akan ada embun/titik-titik air. Titik air tersebut merupakan peristiwa pengembunan uap air dari hasil pernapasan.

Demikian ringkasan proses pernapasan pada manusia, semoga bermanfaat. Baca juga artikel lainnya di blog ini.
Share:

Pernapasan Dada dan Pernapasan Perut|2 Mekanisme Pernapasan

Mekanisme pernapasan dada dan perut:

1. Pernapasan Dada

    Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Otot antartulang rusuk luar berperan mengangkat tulang rusuk, sedangkan otot antartulang rusuk dalam berperan menurunkan tulang rusuk ke posisi semula.
Mekanisme Pernapasan Dada
Mekanisme Pernapasan Dada
Mekanisme pernapasan dada dapat dibedakan sebagai berikut:


    a. Fase Inspirasi

        Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar.
        Akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga
        udara luar yang kaya oksigen masuk.

    b. Fase Ekspirasi
        Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antartulang rusuk ke posisi semula
        yang diikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai
        akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar,
        sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbondioksida keluar.

2. Pernapasan Perut

    Pernapasan perut adalah pernapasan yang mekanismenya melibatkan aktivitas otot-otot diafragma yang membatasai rongga perut dan rongga dada.

Mekanisme Pernapasan Perut manusia
Mekanisme Pernapasan Perut
Mekanisme pernapasan perut dapat dibedakan sebagai berikut:
      
    a. Fase Inspirasi
        Pada fase ini otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar. Akibatnya, rongga
        dada membesar dan tekanan menjadi kecil, sehingga udara luar masuk.

    b. Fase Ekspirasi
        Fase ekspirasi merupakan fase berelaksasinya otot diafragma (menjadi kembali ke posisi 
        semula, mengembang) sehingga rongga dada mengecil dan tekanan menjadi lebih besar.
        Akibatnya, udara keluar dari paru-paru.

Demikian artikel mengenai Pernapasan dada dan pernapasan perut. Semoga bermanfaat! Baca juga artikel terkait sistem pernafasan lainnya, atau kunjungi sitemap untuk mencari artikel lainnya.
Share:

Minggu, 24 Mei 2015

Sistem Pernapasan Pada Manusia Terbaik dan Terlengkap 2015

Sistem pernapasan bekerja untuk memasukkan dan mengeluarkan udara ke dalam dan keluar tubuh. Udara yang dimasukkan ke dalam tubuh adalah oksigen, sedangkan yang dikeluarkan adalah karbondioksida. Sistem pernapasan berfungsi untuk memasok oksigen ke sel-sel tubuh. Oksigen digunakan oleh sel-sel tubuh untuk membakar sari-sari makanan supaya dihasilkan tenaga.

Tenaga berguna untuk melakukan segala aktivitas hidup. Udara yang dihasilkan dari proses pembentukan energi ini adalah karbondioksida, kemudian karbondioksida ini kemudian dikeluarkan oleh tubuh melalui organ pernapasan. Oleh karena itu, di dalam bernapaas, terdapat kegiatan menarik dan membuang napas.

Sistem Pernapasan pada Manusia, hidung, faring, paru-paru
Sistem Pernapasan pada Manusia

1. Hidung (Cavum Nasalis)

Hidung merupakan organ penysusn sistem pernapasan yang paling luar, udara akan dihirup masuk melalui rongga hidung. Di dalam hidung terdapat rambut-rambut yang berguna untuk menyaring kotoran yang masuk bersama udara, selain disaring udara juga akan dihangatkan agar sesuai dengan suhu tubuh, penyaringan udara ini dilakukan agar udara yang masuk ke dalam paru-paru relatif bersih. 

2. Tekak (Faring)

Setelah  udara masuk ke dalam rongga hidung, udara akan melewati tekak (Faring). Faring adalah persimpangan antara rongga hidung (sistem pernapasan) ke tenggorokan (sistem pencernaan). Pada bagian belakang faring terdapat laring. Laring disebut juga pangkal tenggorokan. Pada laring juga ada pita suara dan juga epiglotis (katup pangkal tenggorokan). Epiglotis berperan penting dalam mekanisme pernapasan dan pencernaan, epiglotis memunyai sistem yang mirip dengan pintu yang dapat membuka dan menutup, ketika menelan makanan maka epiglotis akan menutupi laring, hal ini dilakukan agar makanan tidak masuk ke dalam tenggorokan. Sebaliknya, ketika kita bernapas maka epiglotis  akan membuka, sehingga udara akan masuk ke dalam laring yang kemudian akan dibawa menuju ke tenggorokan.

Itulah alasan mengapa norma dan etika dalam makan kita tidak boleh sambil berbicara, bukan hanya karena tidak sopan, namun memang tidak baik untuk kesehatan, jika kita makan sambil berbicara maka epiglotis tidak akan bekerja secara maksimal, makanan yang seharusnya menuju sistem pencernaan sebagian dapat menuju ke sistem pernapasan karena epiglotis tidak menutup secara sempurna, dan dapat menyebabkan tersedak.

3. Tenggorokan (Trakea)

Tenggorokan (Trakea) memunyai bentuk yang mirip dengan pipa, memanjang dengan ukuran kira-kira 10 cm. Udara yang masuk dan sudah melewati trakea akan dibawa ke organ paru-paru melalui percabangan trakea yang disebut dengan Bronkus.

Dinding tenggorokan tersusun dari 3 lapisan:

1). Lapisan paling luar, lapisan ini tersusun dari jaringan ikat
2). Lapisan tengah, lapisan ini tersusun dari otot polos dan cincin tulang rawan.
3). Lapisan terdalam, lapisan ini tersusun dari jaringan epitelium bersilia (silia berfungsi sebagai penyaring benda-benda asing yang masuk bersama udara dan lolos dari perangkap rambut-rambut pada rongga hidung) yang menghasilkan banyak lendir. Lendir berfungsi untuk menangkap debu dan memenjarakan mikroorganisme yang masuk saat menghirup udara. Jika terdapat debu dan mikroorganisme yang masuk ke dalam sistem pernapasan, tubuh akan merespon dengan cara batuk.

4. Cabang Tenggorokan (Bronkus)

Bronkus adalah percabangan pada batang tenggorokan. Bronkus terdiri dari cabang kanan dan cabang kiri. Bronkus sebelah kanan akan membawa udara masuk ke dalam paru-paru bagian kanan, sedangkan bronkus sebelah kiri akan membawa udara menuju paru-paru bagian kiri.

Bronkus sebelah kiri memunyai ukuran yang lebih panjang, sempit, dan mendatar dibandingkan dengan bronkus sebelah kanan. Hal seperti ini menjadi salah satu penyebab yang dapat mengakibatkan paru-paru sebelah kanan akan lebih mudah terserang oleh penyakit. 

Bronkus bercabang lagi ke saluran yang lebih kecil yang disebut dengan bronkiolus. Bronkus sebelah kanan akan bercabang menjadi tiga bronkiolus sedangkan bronkus kiri bercabang menjadi dua bronkiolus.

5. Bronkiolus

Bronkiolus adalah percabangan dari bronkus. Bronkiolus kemudian membentuk cabang-cabang lagi dan menjadikannya saluran  yang semakin halus, kecil, dan dindingnya juga semakin tipis. Udara yang masuk ke dalam brokiolus akan dibawa menuju ke Alveolus.

6. Alveolus

Udara yang masuk ke dalam Bronkiolus akan dibawa menuju pada Alveoli (Alveoli merupakan sekumpulan Alveolus). Alveolus berbentuk bola-bola/gelembung yang diliputi oleh pembuluh-pembuluh darah. Epitel pipih yang melapisi alveoli memudahkan darah di dalam kapiler-kapiler darah mengikat oksigen dari udara dalam rongga alveolus.

7. Paru-paru

Paru-paru terletak di dalam rongga dada. Paru-paru terdiri dari paru-paru kanan dan paru-paru kiri, Paru-paru kanan terdiri dari 3 lobus, sedangkan paru-paaru sebelah kiri terdiri dari 2 lobus. Paru-paru sebelah kiri terdiri dari 2 lobus karena pada sebelah kiri kita juga terdapat organ jantung. Rongga dada dan perut dibatasi oleh siuatu sekat disebut diafragma. Paru-paru juga diselimuti oleh suatu selaput paru-paru yang disebut dengan pleura. 

Demikian artikel mengenai Sistem Pernapasan Pada Manusia Terbaik dan Terlengkap 2015.
Ikuti terus blog ini untuk memeroleh informasi seputar disiplin ilmu biologi.
Baca artikel lainnya... 



Share:

Selasa, 19 Mei 2015

9 Contoh Gangguan pada Sistem Pencernaan Manusia

Sistem pencernaan pada tubuh dapat mengalami gangguan.Terganggunya sistem pencernaan ini dapat diakibatkan oleh kelainan sistem pencernaan, masuknya bibit penyakit, dan juga makanan yang tidak baik. Berikut ini beberapa contoh gangguan pada sistem pencernaan, terutama yang terjadi pada organ pencernaan.
  • Diare. Hampir semua penduduk Indonesia pernah mengalami penyakit diare, diare memang merupakan penyakit yang umum, namun penyakit ini dapat membahayakan dan berdampak fatal apabila penderita penyakit mengalami dehidrasi (kondisi kekurangan cairan tubuh). Gejala diare dapat bermacam-macam mulai dari sakit perut, tinja yang encer dibandingkan saat kondisi tubuh normal, ada juga yang hingga mengalami kram perut dan tinja yang sangat encer. Penyebab penyakit diare juga bermacam-macam seperti;
    1. Infeksi oleh virus, parasit, dan juga bakteri
    2. Alergi terhadap makana
    3. Alergi terhadap obat
        4. Pemanis buatan
    Infeksi oleh mikroorganisme dapat mengganggu proses penyerapan makanan di usus halus. Hal ini menyebabkan makanan tidak dapat dicerna dan langsung masuk ke usus besar. Jika pada usus halus makanan tidak dapat dicerna dan diserap maka air pada dinding usus halus akan tertarik keluar, akibat dari banyaknya air yang tertarik keluar maka makanan tersebut akan menjadi lebih cepat masuk ke usus besar, di usus besar seharusnya terjadi penyerapan air yang sesuai porsi, namun akibat pada usus halus makanan mengandung banyak air maka meskipun usus besar menyerap air, air tersebut tentu masih sisa, dan air juga akan menyebabkan makanan akan cepat terdorong menuju anus sehingga penyerapan air oleh usus besar juga berjalan singkat, hal inilah yang menyebabkan tinja menjadi berair pada penderita diare. Sebenarnya usus besar tidak hanya menyerap air secara berlebihan tapi juga elektrolit. Kehilangan cairan dan elektrolit melalui diare ini kemudian dapat menimbulkan dehidrasi. Dehidrasi inilah yang mengancam jiwa penderita diare. Dehidrasi memiliki konsekuensi yang fatal dan berpotensi merenggut nyawa penderitanya terutama jika terjadi pada anak-anak. Hal ini karena ketahanan tubuh anak-anak terhadap dehidrasi jauh lebih kecil dibandingkan dengan pada orang dewasa. Maka dari itu orang tua disarankan untuk mewaspadai tanda-tanda dehidrasi pada anak dan penderita disarankan untuk meminum banyak cairan saat diare masih berlangsung.
    Mengobati penyakit diare dapat dengan oralit, Oralit bisa diminum untuk menghindari dehidrasi, tetapi konsultasikanlah pemakaiannya terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker, terutama jika Anda menderita penyakit tertentu, seperti penyakit jantung. Salah satu obat anti-diare yang efektif dan cepat dalam menghentikan diare adalah loperamide. Namun loperamide tidak boleh diberikan kepada anak-anak. Sebagian besar penderita diare sembuh setelah beberapa hari tanpa melakukan pengobatan. Pada orang-orang dewasa, diare biasanya sembuh setelah dua hingga empat hari, sedangkan pada anak-anak, diare biasanya berlangsung lebih lama, yakni antara lima hingga tujuh hari. Untuk menghindari diare, sebenarnya mudah, terapkanlah pola hidup sehat, rajinlah mencuci tangan sebelum atau sesudah makan agar mikroorganisme yang membahayakan tubuh menjadi terbunuh, makan makanan yang matang dan bersih, makanan yang matang akan meminimalisir adanya mikroorganisme pada makanan tersebut, makanan yang bersih juga lebih menjamin dibandingkan makanan yang dijual di pinggiran jalan, rajinlah membersihkan toilet, karena toilet merupakan sarang bakteri yang berasal dari tinja.
  • Maag. Penyakit ini juga tidak kalah populer di Indonesia, hampir kebanyakan orang pernah menderita penyakit ini. Penyebab penyakit maag bermacam-macam, seperti:
  • 1. Infeksi bakteri Helicobacter pylori, bakteri ini akan menyebabkan peradangan pada dinding lambung (peradangan ini disebut juga dengan gastritis). Seperti yang telah diketahui bahwa dinding lambung berperan dalam produksi lendir (mukus), lendir ini berfungsi untuk pelindung dinding lambung dari asam lambung, jika terjadi peradangan pada dinding lambung maka asam lambung akan merusak dinding lambung, akibatnya dinding lambung akan mengalami kerusakan dan menimbulkan rasa sakit.
    2. Pola makan tidak teratur, Bagaimana kaitan pola makan dengan penyakit maag?, normalnya asam lambung dibutuhkan oleh tubuh dalam kadar yang seimbang, produksi asam lambung akan meningkat pada saat tubuh memerlukan makanan (ditandai dengan rasa lapar), sebaliknya jika tubuh dalam kondisi bertenaga maka produksi asalm lambung akan menurun kembali menjadi keadaan seimbang, jika telat makan maka asam lambung akan meningkat, meningkatnya asam lambung yang seharusnya diimbangi dengan makanan yang dimakan akan membuat luka pada dinding lambung, hal ini dikarenakan lendir pada dinding lambung tidak mampu untuk melindungi dari kerusakan akibat asam lambung. Gejala penyakit ini umumnya terasa mual, dan perih di bagianlambung. Untuk menghindari penyakit maag akibat pola makan tidak teratur maka jalani pola makan yang teratur dan jangan lupa terapkan pola hidup sehat.
  • Muntaber. Muntaber disebabkan oleh kuman patogen, misalnya Vibrio cholerae. Kuman tersebut akan menyebabkan muntah disertai berak yang berlebih dan tidak teratur pada penderitanya, cara menginfeksinya juga mirip dengan diare, akibatnya feses juga menjadi lebih cair, dan dapat menyebabkan dehidrasi. 
  • Ulkus. Ulkus merupakan radang dinding lambung, gangguan yang terjadi pada lambung akibat tingginya asam lambung (HCL) dibandingkan dengan jumlah makanan yang masuk.
  • Apendisitis. Gangguan ini disebut juga radang usus buntu, gangguan ini terjadi pada umbai cacing yang mengalami peradangan akibat terinfeksi oleh bakteri.
  • Kolik Usus. Pada kondisi tertentu usus dapat mengalami kejang, akibatnya perut akan terasa mulas sekali dan mengalami kejang. Hal ini sering juga terjadi pada bayi, penyebabnya beragam, mulai dari menangis yang tiada henti, faktor keturunan, dan dapat juga akibat hawa dingin yang menyengat.
  • Konstipasi. Gangguan ini disebut juga dengan sembelit, yang menyebabkan susahnya buang air besar, dapat terjadi karena makanan yang dimakan kurang mengandung serat, akibatnya proses pencernaan menjadi kurang sempurna, Feses yang dikeluarkan menjadi kurang cairan, berlawanan dengan diare. Penyebab lainnya yaitu terjadinya penyerapan air di usus besar yang berlangsung secara berlebihan, untuk mencegahnya dianjurkan untuk buang air besar secara rutin dan eratur, serta konsumsi sayur dan buah-buahan yang memunyai banyak serat.
  • Parotitis. Penyakit gondong, penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang kelenjar air ldah di bagian bawah telinga, akibatnya kelenjar air ludah menjadi bengkak atau membesar.
  • Xerostomia. Istilah bagi penyakit pada rongga mulut yang ditandai dengan rendahnya produksi air ludah, kondisi mulut yang kering akan membuat makanan menjadi kurang tercerna dengan baik.
Demikian artikel mengenai gangguan-gangguan pada sistem pencernaan manusia, share jika bermanfaat. Baca juga artikel lainnya dengan mengunjungi sitemap pada blog ini.
Share:

Sistem Pencernaan Pada Manusia

Sistem Pencernaan Pada Manusia| Kita memerlukan energi untuk melakukan aktivitas. Energi tersebut berasal dari bahan makanan yang dicerna oleh tubuh. Bagian tubuh yang berfungsi mencerna makanan disebut dengan sistem pencernaan. Sistem pencernaan manusia terdiri dari saluran pencernaan (terdiri dari organ-organ yang berperan dalam pencernaan), dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan adalah organ/alat yang akan dilalui oleh bahan makanan, kisah perjalanan makanan dari awal hingga akhir melewati saluran pencernaan, sedangkan kelenjar pencernaan adalah bagian yang mengeluarkan enzim untuk membantu mencerna makanan.

Secara umum proses pencernaan terdiri dari dua jenis, yaitu proses pencernaan secara mekanis maupun secara kimiawi.

      1. Proses Mekanis
  • Pencernaan secara mekanis dilakukan melalui gerakan-gerakan seperti mengunyah, menelan, memompa, menghancurkan, dan juga meremas makanan. Fungsi pencernaan mekanis yaitu mengubah ukuran makanan menjadi lebih kecil agar dapat lebih mudah untuk dicerna. Fungsi proses mekanis lainnya seperti mendorong dan memompa makanan adalah untuk memindahkan makanan dari saluran cerna yang satu ke saluran cerna berikutnya. Gerakan makanan pada organ pencernaan mulai dari kerongkongan, lambung, sampai usus adalah gerak Peristaltik. Gerak peristaltik  berupa gerak mengkerut untuk mendorong atau memompa makanan dan gerakan mengembang untuk menerima makanan dari posisi saluran sebelumnya.
      2. Proses Kimiawi
  • Makanan diproses secara kimiawi di dalam sistem pencernaan menggunakan bahan kimia yang dihasilkan oleh saluran cerna yang disebut enzim. Enzim adalah suatu protein yang memunyai kerja memmercepat terjadinya reaksi kimia. Dengan adanya enzim, bahan makanan dicerna menjadi bahan lain yang lebih mudah diserap oleh tubuh untuk selanjutnya menjadi sari makanan yang akan diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh.
Organ-organ yang berperan dalam proses pencernaan pada manusia yaitu mulut, kerongkongan (esofagus), lambung, usus halus, usus besar, dan juga anus. Kelenjar pencernaan antara lain terdapat di dinding lambung, dinding usus, pankreas, dan hati.
  • Rongga Mulut (Cavum Oris). Rongga mulut merupakan langkah awal proses pencernaan makanan adalah memasukkan makanan ke dalam rongga mulut. Saat makanan masuk ke dalam rongga mulut, makanan akan dikunyah oleh gigi, saat makanan dikunyah juga lidah akan memindah-mindahkan posisi makanan untuk diletakkan di antara gigi. Proses pengunyahan makanan adalah bagian dari pencernaan mekanik, seperti yang sudah dijelaskan di atas, pencernaan mekanik akan membuat makanan secara fisik menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Hasil proses mencerna secara mekanik kemudian akan dilanjutkan dengan pencernaan kimiawi dengan bantuan enzim. Di dalam mulut, pencernaan mekanik terjadi dengan bantuan gigi, sedangkan pencernaan secara kimiawi dibantu oleh air liur yang mengandung enzim. Zat makanan yang mengalami pencernaan kimiawi di mulut  adalah zat tepung (amilum), enzim yang bekerja memecah molekul zat tepung disebut dengan enzim amilase, enzim ini berfungsi intuk mengubah amilum menjadi zat gula yang disebut maltosa.
  • Faring, eofagus, dan Lambung. Setelah melalui rongga mulut, makanan akan masuk ke dalam tekak (faring). Faring adalah saluran yang memanjang dari bagian belakang rongga mulut sampai ke permukaan kerongkongan (esofagus). Setelah melalui faring, makanan menuju esofagus. Esofagus adalah suatu organ berbentuk tabung lurus, berotot dan berdinding tebal yang memanjang menuju lambung. Otot-otot polos dinding esofagus mendorong makanan dengan gerakan meremas dan mendorong yang disebut dengan gerak peristaltik. Antara laring dan esofagus terdapat daerah pertemuan antara saluran pernapasan dan saluran makanan, untuk mencegah supaya makanan tidak masuk ke saluran pernapasan, maka pada pangkal faring terdapat lapisan penutup yang disebut dengan epiglotis. Setelah melalui esofagus, makanan akan masuk ke dalam organ lambung. Lambung merupakan sebuah kantong besar, terletak di bagian atas rongga perut. Pada lambung terdapat enzim dan asam lambung (HCL). Enzim-enzim pada lambung antara lain pepsin dan rennin. Enzim pepsin berasal dari pepsinogen yang telah dirubah oleh asam lambung, fungsi pepsin adalah mengubah protein menjadi pepton (senyawa yang lebih sederhana dari protein). Rennin berfungsi menggumpalkan protein yang terdapat pada susu. Asam lambung berfungsi membunuh bibit penyakit yang masuk bersama dengan makanan. Pada dinding lambung terdapat lendir (mukus), fungsi lendir ini yaitu untuk melindungi dinding lambung dari asam lambung, asam lambung akan menghancurkan semua yang ada pada lambung, termasuk dapat melukai dinding lambung jika jumlah lendir terlalu sedikit, atau asam lambung terlalu banyak.
  • Usus Halus. Usus halus merupakan saluran pencernaan makanan yang paling panjang. Usus halus terdiri dari duodenum (usus dua belas jari), jejunum (usus kosong), ileum (usus penyerapan). Suatu lubang pada dinding duodenum berhubungan dengan dua kelenjar pencernaan yang besar, yaitu pankreas dan hati. Pankreas akan menghasilkan enzim tripsin, berfungsi merombak pepton menjadi asam amino. Selain tripsin, pankreas juga menghasilkan enzim amilase yang merubah amilum menjadi zat gula yang disebut dengan maltosa, kemudian enzim lipase yang merubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Di dalam usus dua belas jari makanan akan dicerna secara kimiawi lebih lanjut, pencernaan makanan tersebut dilanjutkan di usus kosong (jejenum) yang panjangnya sekitar 7 meter. Setelah melalui usus kosong, zat-zat makanan sudah dalam bentuk siap diserap. Penyerapan zat-zat makanan terjadi di usus penyerapan (ileum). Pada permukaan dalam usus halus terdapat banyak sekali jonjot usus (vilus, jamak = vili). Pada setiap jonjot usus terdapat tonjolan lagi yang lebih kecil, disebut mikrovilus. Adanya vilus dan mikrovilus menyebabkan usus menjadi sangat luas. Molekul-molekul kecil hasil pencernaan makanan akhirnya diserap oleh sistem peredaran darah untuk disebarkan ke seluruh tubuh.
  • Usus Besar. Bahan makanan yang sudah melalui usus halus akhirnya masuk ke dalam usus besar. Tepat pada bagian pertemuan antara usus halus dan usus besar terdapat bagian yang disebut usus buntu. Pada usus buntu melekat umbai cacing (apendiks). Bahan makanan yang sampai pada usus besar dapat dikatakan sebagai bahan sisa. Sisa tersebut terdiri dari sejumlah besar air dan bahan makanan yang tidak dapat tercerna, misalnya selulosa. Fungsi utama usus besar adalah mengatur penyerapan air. Sejumlah besar air telah dikeluarkan ke dalam lambung dan usus halus oleh berbagai kelenjar pencernaan. Supaya tidak kehilangan banyak air maka air harus diserap kembali ke dalam tubuh. Di dalam usus besar terdapat banyak sekali mikroorganisme yang membantu membusukkan sisa makanan tersebut, Sisa makanan yang tidak terpakai oleh tubuh beserta gas-gas yang berbau disebut tinja (feses) dikeluarkan melalui anus.
Secara ringkas perjalanan makanan dari rongga mulut hingga anus dapat dilihat pada gambar di bawah ini: 
Proses pencernaan makanan pada manusia
Demikian artikel mengenai Sistem Pencernaan Pada Manusia, semoga bermanfaat. Jangan lupa share jika bermanfaat, dan baca juga artikel lainnya, semoga bermanfaat.

Share:

Senin, 04 Mei 2015

6 Contoh Gangguan-gangguan (Kelainan dan Penyakit) pada Sistem Gerak dan Cara Mengobatinya

6 Contoh Gangguan-gangguan (Kelainan dan Penyakit) pada Sistem Gerak| Sistem gerak dapat mengalami gangguan atau kelainan. Kelainan pada sistem gerak dapat terjadi karena beberapa hal, seperti bawaan lahir, kekurangan vitamin, atau dapat juga akibat kecelakaan. Berikut adalah 10 contoh gangguan pada sistem gerak:
  • Hypophosphatemic Rickets. Hypophosphatemic Rickets merupakan gangguan dimana tulang menjadi terasa agak menyakitkan dan mudah bengkok karena darah mengandung kadar posfat rendah. Kelainan ini dapat dilihat secara kasat mata, yaitu terlihat dari kaki yang berbentuk seperti huruf O dan huruf X. Gangguan ini tergolong langka dan bersifat menurun melalui gen dominan yang dibawa oleh kromosom X. Tulang dalam pertumbuhannya  membutuhkan posfat, kekurangan posfat akan menyebabkan pertumbuhan pada tulang menjadi tidak sempurna. 

    Penurunan penyakit hypophosphatemic rickets
       
      Gejala penyakit hypophosphatemic rickets yaitu terjadinya pembengkokan pada lengan dan kelainan bentuk pada tulang lainnya, nyeri tulang, dan tubuh yang pendek. Tulang juga dapat menjadi lebih besar saat otot menempel pada ujung tulang sehingga dapat membatasi gerakan persendian. Gejala ini mulai nampak pada tahun pertama setelah kelahiran. Sebaiknya jika bayi menampakkan gejala tersebut orang tua tanggap dengan mengkonsultasikan kepada dokter, jika diperlukan untuk memastikan apakah gejala tersebut merupakan gejala dari penyakit hypophosphatemic rickets maka lakukan tes laboratorium, jika hasil menunjukkan bahwa kadar kalsium dalam darah normal namun kadar posfat rendah maka dapat dipastikan bahwa penyakit tersebut adalah hypophosphatemic rickets.  
       
    hypophosphatemic rickets
    Penderita penyakit hypophosphatemic rickets
       
      Cara mengobati penyakit hypophosphatemic rickets yaitu dengan meningkatkan kadar posfat di dalam darah, dimana akan meningkatkan bentuk tulang normal. Posfat bisa digunakan melalui mulut dan harus dikombinasikan dengan calcitriol (bentuk aktif dari vitamin D). Menggunakan Vitamin D tunggal tidak mencukupi. Jumlah posfat dan calcitriol harus disesuaikan dengan hati-hati karena pengobatan ini seringkali menyebabkan kalsium kadar tinggi di dalam darah, penumpukan kalsium pada jaringan ginjal, atau batu ginjal. Efek ini bisa membahayakan ginjal dan jaringan lain. 
       
    • Osteoporosis. Osteoporosis adalah suatu keadaan di mana proses penghancuran tulang lebih cepat dibandingkan dengan proses pembentukan tulang. Akibatnya tulang menjadi keropos karena tulang kekurangan kalsium. Penyakit ini kebanyakan diderita oleh orang yang lanjut usia, terutama wanita. Penyakit Osteoporosis dibedakan menjadi lokal dan umum. Osteoporosis lokal dapat karena kelainan primer di tulang atau sekunder akibat imobilisasi  (kondisi keterbatasan gerak) anggota gerak dalam waktu yang lama. Osteoporosis umum dibagi menjadi osteoporosis umum primer dan sekunder. Osteoporosis primer tipe I dihubungkan pasca menopause, berkisar usia 50-75 tahun, untuk wanita penderita penyakit ini 6 hingga 8 kali lebih banyak dibandingkan pria, hal ini disebabkan karena kadar hormon estrogen dalam tubuh menurun dan juga menurunnya penyerapan kalsium. Osteoporosis umum primer tipe II terjadi pada usia 75-85 tahun, penderita wanita dua kali lebih banyak daripada pria , hal ini disebabkan proses penuaan dan penurunan penyerapan kalsium. Osteoporosis umum sekunder dihubungkan dengan berbagai penyakit yang berakibat pada kelainan tulang, bisa diakibatkan penggunaan obat atau lainnya.  Penyakit osteoporosis dapat dicegah dengan memaksimalkan massa tulang selama usia pertumbuhan, hindari faktor-faktor yang dapat menyebabkan osteoporosis, rajin berolahraga, menerapkan gaya hidup sehat, tidak merokok, tidak konsumsi alkohol, tidak diet yang rendah kalsium. Untuk yang sudah mendapati usia menopause dianjurkan untuk olahraga, mengkonsumsi makan dan minuman yang banyak mengandung kalsium. Massa tulang dapat diukur dengan keakuratan mencapai 88-99% menggunakan "Bone Densitometer". Untuk pengobatan osteoporosis, carilah pengobatan yang bertujuan untu meningkatkan massa tulang, konsumsi kalsium, vitamin D, hormon estrogen pengganti (untuk wanita), kalsitonin, kalsitriol dan sebagainya dengan anjuran dokter.

      Perbandingan kondisi tulang yang normal dengan osteoporosis
      Osteoporosis

        • Rheumatoid Arthritis. Rheumatoid arthritis adalah gangguan yang disebabkan oleh peradangan pada membran sinovial. Radang itu dapat meluas sampai ke kartilago artikular (kartilago yang melapisi perendian). Jika penyakit ini memburuk dapat menyebabkan kerusakan tulang, bahkan persendian dapat terlepas. Penyakit ini dapat menimbulkan rasa sakit yang sangat hebat, dan kerusakan yang dapat ditimbulkan bersifat permanen. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, dalam artian tidak dapat dikembalikan seperti sedia kala, pengobatan yang dilakukan biasanya cenderung untuk menghilangkan rasa sakit.

          Penderita Rheumatoid arthritis

          Penderita Rheumatoid arthritis

          • Kelainan Tulang Akibat Hormonal. Tulang tumbuh memanjang karena rangsangan dari hormon pertumbuhan seperti hormon tiroksin. Hormon Tiroksin akan merangsang metabolisme kalsium yang berakibat pada pertumbuhan memanjang ujung tulang pipa (epifiseal). Jika produsi hormon tersebut terganggu/kurang, maka akan memengaruhi pertumbuhan sehingga tulang tetap pendek. Keadaan ini menyebabkan pertumbuhan tinggi badan yang terhambat atau kerdil. Kelainan ini juga disebut sebagai kretinisme. Jika produksi hormon berlebihan, pemanjangan tulang juga akan tidak normal, sehingga tulang lebih panjang dari sewajarnya. Pemanjangan tulang yang tidak normal ini menyebabkan pertumbuhan raksasa atau yang disebut juga dengan gigantisme. Kelainan tulang akibat hormonal sulit di atasai dan tidak dapat disembuhkan.


          Kretinisme
          Gigantisme
          • Patah Tulang (Fraktura). Retak atau patah tulang dapat terjadi karena suatu benturan atau tekanan yang terlalu keras, selain penyebab tersebut, patah tulang dapat juga terjadi akibat kecelakaan. Tulang yang retak atau patah dapat sembuh kembali, karena tulang dapat membentuk jaringan baru untuk memerbaiki jaringan yang telah rusak. Oleh karena itu, penderita patah tulang, terutama jika usianya masih muda akan lebih cepat sembuh kembali, tetapi jika sambungan tulang yang patah tersebut tidak baik, maka bentuknya juga akan menjadi tidak sempurna dan terlihat cacat. Perlu penanganan yang tepat agar tulang yang patah dapat tersambung kembali dengan baik.

          Tipe-tipe Patah Tulang (Fraktura)
          • Penyakit Tulang Akibat Kebiasaan Posisi Duduk yang Salah. Posisi duduk yang salah dapat mengakibatkan pertumbuhan posisi tulang seorang mengalami kelainan. Kelainan tulang ini dapat terjadi karena kebiasaan posisi duduk yang salah. Contoh kelainan tersebut yaitu kifosis, lordosis, dan skoliosis. Kifosis adalah kelainan pada tulang belakang melengkung ke belakang, sehingga tubuh menjadi bungkuk. Lordosis merupakan kelainan pada tulang belakang bagian perut melengkung ke depan, sehingga bagian perut menjadi maju. Skoliosis adalah kelainan pada tulang belakang melengkung ke arah samping, sehingga tubuh ikut menjadi melengkung ke samping. Penyakit ini dapat dicegah dengan cara membenarkan sikap duduk yang benar, agar pertumbuhan dan bentuk tulang tetap baik dan teratur.
          Penyakit Tulang Akibat Kebiasaan Posisi Duduk yang Salah (Skoliosis, Kifosis, Lordosis
          Demikian artikel mengenai contoh-contoh penyakit dan gangguan pada sistem gerak manusia, semoga bermanfaat. Silahkan Like dan Share kepada teman lainnya.
          Share:

          Sabtu, 02 Mei 2015

          Cara Kerja Otot Rangka

          Cara Kerja Otot| Kontraksi otot di awali ketika terdapat impuls saraf yang sampai ke otot. Jika suatu serabut saraf mendapatkan rangsangan maka serabut otot akan mereaksi semuanya, artinya otot berkontraksi atau tidak berkontraksi. Tenaga yang dihasilkan atau digunakan untuk berkontraksinya suatu otot ditentukan oleh banyaknya serabut otot yang dirangsang, semakin banyak serabut otot yang dirangsang dan terlibat maka makin besar juga tenaga yang dihasilkan. Contohnya ketika kita melakukan gerakan mengangkat beban yang berat, dalam hal ini tenaga yang dibutuhkan otot untuk melakukan fungsi kerjanya membutuhkan tenaga yang banyak, artinya membutuhkan keterlibatan serabut otot yang banyak untuk dirangsang, sebaliknya jika kita melakukan gerakan ringan seperti berjabat tangan maka dalam hal ini otot dalam melakukan fungsi kerjanya tidak perlu menggunakan tenaga yang banyak, artinya hanya butuh sedikit rangsangan ke serabut otot untuk melakukan gerakan yang ringan.
          Jika suatu otot rangka berkontraksi maka otot itu akan menarik tulang di dekat persendian. Otot berkontraksi sama artinya dengan memendek, pada saat memendek maka bagian tengah otot akan menggembung dan mengeras. Sebaliknya, jika otot berelaksasi maka otot akan memanjang, dan bagian tengahnya akan memipih dan melembek.

          Untuk memermudah penjelasan di atas, coba angkat tangan kalian ke atas dengan kepalan mengarah ke bahu, kemudian turunkan tangan ke bawah, dan rabalah di tempat yang sama, rasakanlah perbedaannya. Otot yang tadi di raba adalah otot bisep. Otot bisep adalah otot yang memunyai dua ujung yang melekat pada tulang. Pada otot bisep lengan atas, ujung otot yang satu dihubungkan ke lengan bawah oleh tendon, sedangkan ujung lainnya ke tulang bahu. Ketika otot berkontraksi, maka lengan bawah akan terangkat, sedangkan tulang bahu tetap di tempatnya. Tempat melekatnya otot pada tulang yang bergerak, yaitu tulang lengan bawah disebut dengan insersi. Sedangkan tempat melkatnya otot yang diam, yaitu tulang bahu disebut dengan asal atau origin.

          Otot Bisep dan Trisep bekerja secara antagonis

          Sebagian besar otot berpasangan, bekerja secara berlawanan. Pada pasangan otot, jika otot satu mengangkat suatu tulang, maka otot lain berfungsi menurunkannya. Pasangan otot yang bekerja secara berlawanan disebut dengan antagonis. Misalnya otot bisep dan otot trisep, ketika otot bisep membengkokkan tangan maka otot trisep pada bagian belakang akan meluruskan tangan.

          Share:

          Sistem Otot pada Manusia| Bahan Ajar Kelas VIII

          Sistem Otot| Otot memegang peranan yang penting di dalam sistem gerak, otot merupakan alat gerak aktif yang berfungsi untuk menggerakkan bagian-bagian tubuh. Otot merupakan jaringan yang bersifat elastis, terdiri dari sel-sel yang disebut dengan serabut otot (lebih dari 600 otot tubuh merupakan 40% dari bobot tubuh kita). Tanpa otot, tulang dan sendimu tidak memiliki kekuatan untuk bergerak.
          Berdasarkan cara bekerja otot, otot dibedakan menjadi otot sadar dan otot tidak sadar. Otot sadar adalah otot yang dalam fungsi kerjanya dapat di kontrol, misalnya otot tangan dan kakimu, serta otot-otot pada muka, dalam menggerakkannya tentu kalian dapat melakukannya secara sadar. Otot tak sadar adalah otot yang dalam fungsi kerjanya tidak bisa di kontrol secara sadar, misalnya otot-otot pada organ-organ dalam seperti  otot-otot pada organ sistem pencernaan, makanan yang kalian makan dapat bergerak menuju ke usus karena akibat otot tak sadar, otot ini bekerja sepanjang hari tanpa di kontrol melalui kesadaran, seandainya otot-otot dalam organ dalam seperti lambung dan usus harus di kontrol secara sadar maka ketika tidur lambung dan usus kita akan berhenti bekerja. Begitu indahnya ciptaan Allah SWT yang menciptakan segala makhluk dengan sempurna.

          Berdasarkan sel-sel penyusunnya otot dibagi menjadi 3 macam, yaitu:  otot polos, otot lurik, dan juga otot jantung.
          • Otot Polos. Otot polos berbentuk gelendong dengan kedua ujung yang meruncing, sedangkan bagian tengahnya membesar. Otot polos tergolong otot tidak sadar, terdapat pada dinding lambung, usus halus, rahim, kantung empedu, pembuluh darah, paru-paru, dan lainnya. Otot polos bekerja secara lambat, teratur, dan tidak mudah lelah.
          • Otot Lurik. Otot lurik adalah otot yang jumlahnya paling banyak di dalam tubuh, jika di lihat di bawah mikroskop, sel-sel otot lurik/rangka ini terlihat berlurik-lurik atau bergaris-garis secara melintang, otot lurik/rangka melekat pada tulang dengan perantaraan tendon. Tendon yaitu pita tebal, berserabut , yang berfungsi untuk melekatkan otot pada tulang. Jika kita memakan daging ayam, ataupun daging lainnya, sebenarnya yang kita makan adalah otot lurik. Otot ini bekerja secara sadar, fungsi kerja otot lurik dapat kita kontrol, misalnya dengan adanya otot lurik yang bekerja secara sadar kita dapat menentukan kapan berjalan dan kapan diam, otot lurik/rangka cenderung cepat berkontraksi dan juga cepat lelah.
          • Otot Jantung. Otot jantung hanya terdapat di jantung, otot ini juga tergolong otot tidak sadar, jika dilihat di bawah mikroskop sel-sel penyusun otot jantung memunyai garis-garis seperti halnya pada otot lurik/rangka, namun bedanya adalah sel-sel pada otot jantung bercabang dan bekerja secara tidak sadar, otot jantung bekerja secara teratur dan tidak mudah lelah. Otot jantung berkontraksi sekitar 70 kali per menit sepanjang hidup kita, otot jantung berkontraksi pada saat jantung telah berdenyut. Otot ini tidak dapat dikontrol oleh kemauan sadar kita, meskipun kita berpura-pura mati dengan behenti bernafas sejenakpun jantung kita akan tetap berdenyut/berkontraksi.
          otot jantung, otot rangka, otot lurik
          Otot Jantung, Otot Rangka/Lurik, Otot Polos
          Perbedaan pada ketiga jenis otot pada Manusia ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

          Perbedaan otot lurik. otot rangka, dan otot jantung

            Demikian artikel mengenai Sistem Otot pada Manusia, baca juga mengenai Macam-macam tulang pada Manusia, dan macam-macam persendian agar kalian lebih memahami mengenai sistem gerak pada manusia. Semoga artikel ini bermanfaat, terima kasih.
            Share:

            Jumat, 24 April 2015

            Hubungan Antartulang| Persendian| Bahan Ajar Kelas VIII

            Persendian| Tulang-tulang yang menyusun kerangka berhubungan antara yang satu dengan yang lain, hubungan ini ada yang menghasilkan pergerakan dan ada yang tidak, dan hubungan antar tulang tersebut disebut persendian. Berdasarkan sifat pergerakan dari persendian, maka sendi dibedakan menjadi sendi mati (sinartrosis), sendi kaku (amfiartrosis), dan sendi gerak (diartrosis).
            • Sendi Mati (Sinartrosis)
            • Sendi Mati adalah hubungan antartulang yang tidak memungkinkan terjadinya suatu gerakan. Contoh: persendian tulang penyusun tengkorak, tulang-tulang tengkorak direkatkan oleh sedikit jaringan ikat.
              Sendi Mati pada tulang penyusun tengkorak
            • Sendi Kaku (Amfiartrosis)
            • Sendi Kaku adalah hubungan antartulang yang memungkinkan terjadinya suatu gerakan, namun gerakan tersebut terbatas atau hanya terjadi sedikit gerakan. Contoh: persendian pada tulang-tulang pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan ruas-ruas tulang belakang.
            Sendi Kaku pada ruas-ruas tulang belakang

            • Sendi Gerak (Diartrosis)
            • Sendi Gerak adalah hubungan antartulang yang memungkinkan melakukan pergerakan secara leluasa. Persendian ini ditopang oleh ligamen yang mengikat tulang agar dapat bergerak bebas. Masing-masing ujung tulang yang saling bersambungan dilapisi oleh tulang rawan. Tulang rawan tersebut dilengkapi dengan selaput antartulang yang berisi cairan pelumas. Cairan pelumas berfungsi mencegah terjadinya gesekan langsung antartulang. 
              Berdasarkan arah geraknya, sendi gerak dibedakan menjadi sendi engsel, sendi pelana, sendi peluru, dan sendi putar.
              1. Sendi Engsel. Sendi Engsel adalah Sendi yang memugkinkan gerakan satu arah (seperti engsel pintu yang bergerak membuka/menutup). Contoh: Sendi pada siku dan lutut.
              2. Sendi Pelana. Sendi Pelana adalah sendi yang dapat bergerak ke empat arah, yaitu depan, belakang, samping kanan, dan samping kiri. Contoh: Sendi pada ibu jari. 
              3. Sendi Peluru. Sendi Peluru adalah sendi yang dapat bergerak ke segala penjuru. Ujung tulang yang bergerak berupa bonggol bulat yang masuk dalam ujung tulang tetap yang berbentuk cekungan. Contoh: Sendi pada pangkal lengan. 
              4. Sendi Putar. Sendi Putar adalah sendi yang dapat melakukan gerakan memutar. Contoh: sendi pada tulang pengumpil dan tulang hasta.
            Demikian artikel mengenai Persendian, semoga bermanfaat. Jika bermanfaat silahkan share ke teman-teman Anda, jika ingin bertanya silahkan comment pada kolom yang disediakan, jangan lupa join blog ini. Baca juga artikel sistem gerak lainnya.
            Share:

            Rabu, 22 April 2015

            Macam-Macam Jenis dan Bentuk Tulang| Bahan Ajar Kelas VIII

            Macam-Macam Jenis dan Bentuk Tulang| Sebelumnya kita telah membaca mengenai Sistem Gerak Pada Manusia dan pada artikel kali ini kita akan mengenal macam-macam jenis dan bentuk tulang pada manusia. 

            Tulang berdasarkan jaringan penyusunnya dibedakan menjadi tulang rawan dan tulang keras. Tulang rawan adalah tulang yang terbentuk dari jaringan tulang rawan yang mengandung banyak zat perekat (kolagen) dan sedikit zat kapurnya, sehingga tulang rawan bersifat elastis. Tulang rawan banyak dijumpai pada persendian, telinga, hidung, bagian dalam trakea, dan ruas-ruas tulang belakang. Tulang rawan dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu tulang rawan hialin, tulang rawan fibrosa, dan tulang rawan elastik.

            Tulang keras adalah tulang yang terbentuk dari jaringan tulang keras yang mengandung sedikit zat perekat (kolagen) dan banyak mengandung zat kapur, sehingga tulang menjadi keras. Di dalam susunan sel-sel tulang terdapat saluran havers dan sel-sel tulang (osteosit) yang seperti lingkaran berlapis-lapis. 

            tulang rawan dan tulang sejati pada manusia
            Struktur Tulang
             

            Berdasarkan bentuknya, tulang dibedakan menjadi tiga, yaitu tulang pipa, tulang pipih, dan tulang pendek.

            • Tulang Pipa. Tulang Pipa adalah tulang yang berbentuk seperti pipa, tulang pipa sering disebut dengan tulang panjang. Seperti namanya, tulang pipa berbentuk bulat memanjang seperti pipa dengan bagian ujung berbonggol. Bagian yang berbonggol merupakan tulang spons karena berongga seperti spons. Tulang spons berisi sumsum merah tulang, sumsum merah tulang merupakan tempat produksi sel-sel darah merah. Bagian tengah tulang pipa berisi jaringan lemak (sumsum kuning). Beberapa contoh tulang kering, tulang betis, tulang paha,dan tulang hasta.
            • Tulang Pipih. Tulang Pipih adalah tulang yang berbentuk pipih atau gepeng. Bagian dalam tulang pipih tidak berongga melainkan pejal. Di bawah bagian tulang kompak (tulang keras) juga terdapat tulang spons yang berisi sumsum merah tulang. Contoh tulang pipih antara lain tulang rusuk, tengkorak, tulang dada, dan tulang belikat.
            • Tulang Pendek. Tulang Pendek adalah tulang yang pendek dan berisi sumsum merah. Tulang pendek termasuk tulang pejal karena bagian dalamnya tidak berongga. Tulang pendek umumnya membentuk ruas-ruas tulang. Misalnya, ruas-ruas tulang belakang, ruas-ruas pergelangan tangan, ruas-ruas jari tangan, dan ruas-ruas jari kaki.
            a) contoh tulang pipa, b) contoh tulang pipih, c) contoh tulang pendek
            Demikian artikel mengenai macam-macam jenis dan bentuk tulang, semoga bermanfaat. Baca juga artikel mengenai sistem gerak lainnya. 
            Share:

            Dongeng Tentang Transisi Air Ke Darat| Keruntuhan Teori Evolusi| Harun Yahya

            Dongeng Tentang Transisi Air Ke Darat| Evolusionis mengasumsikan invertebrata laut yang muncul pada periode Kambrium berevolusi menjadi ikan dalam waktu puluhan juta tahun. Tetapi sebagaimana invertebrata-invertebrata Kambrium tidak memiliki nenek moyang, juga tidak ditemukan mata rantai transisi yang menunjukkan bahwa evolusi terjadi antara jenis-jenis invertebrata ini dengan ikan. Perlu dicatat bahwa invertebrata dan ikan memiliki perbedaan struktural yang sangat besar. 

            Invertebrata memiliki jaringan keras di luar tubuh mereka, sedangkan ikan adalah vertebrata dengan jaringan keras di dalam tubuh. “Evolusi” sebesar itu tentu akan melalui miliaran tahap, dan seharusnya ada miliaran bentuk transisi yang menunjukkan tahapan-tahapan tersebut. Evolusionis telah menggali lapisan-lapisan fosil selama kurang lebih 140 tahun untuk mencari bentuk-bentuk hipotetis tersebut. Mereka telah menemukan jutaan fosil invertebrata dan jutaan fosil ikan; tetapi tidak pernah menemukan satu bentuk peralihan pun antara invertebrata dan ikan.

            Ahli paleontologi evolusionis, Gerald T. Todd, mengakui fakta ini dalam artikel “Evolusi Paru-Paru dan Asal Usul Ikan”:
            Ketiga subdivisi ikan bertulang muncul pertama kali dalam catatan fosil pada saat yang kira-kira bersamaan. Secara morfologis mereka telah sangat beragam, dan mereka memiliki tubuh yang sangat terlindung. Bagaimana mereka berasal mula? Apa yang memungkinkan mereka sangat beraneka ragam? Bagaimana mereka semua memiliki pelindung tubuh yang kuat? Dan mengapa tidak ada jejak bentuk-bentuk peralihan sebelumnya? 
            Skenario evolusi beranjak selangkah lebih jauh dan menyatakan bahwa ikan, yang berevolusi dari invertebrata, kemudian berubah menjadi amfibi. Akan tetapi, skenario ini juga tidak memiliki bukti. Tidak ada satu fosil pun yang menunjukkan bahwa pernah terdapat makhluk separo ikan – separo amfibi. Dengan enggan, kenyataan ini dibenarkan oleh Robert L. Carrol, seorang evolusionis terkenal, penulis buku Vertebrate Paleontology and Evolution: “Kami tidak memiliki fosil peralihan antara ikan rhipidistian (favoritnya untuk ‘nenek moyang’ tetrapoda) dan amfibi-amfibi awal.” Dua orang ahli paleontologi evolusionis, Colbert dan Morales, berkomentar mengenai tiga kelompok utama amfibi: katak, salamander dan caecilian:

            Tidak ada bukti keberadaan amfibi Paleozoik yang menggabungkan sifat-sifat yang diperkirakan dimiliki satu nenek moyang yang sama. Katak, salamander dan caecilian paling tua sangat mirip dengan keturunan mereka yang masih hidup. Sampai sekitar 50 tahun yang lalu, evolusionis meyakini bahwa makhluk semacam ini benar-benar pernah ada. Ikan ini disebut 'Coelacanth' dan diperkirakan berumur 410 juta tahun. Coelacanth diajukan sebagai bentuk transisi dengan paru-paru primitif, otak yang telah berkembang, sistem pencernaan dan peredaran darah yang siap untuk berfungsi di darat, dan bahkan mekanisme berjalan yang primitif. Penafsiran-penafsiran anatomis ini diterima sebagai kebenaran yang tidak diperdebatkan lagi di kalangan ilmuwan hingga akhir tahun 1930-an. 

            Coelacanth dianggap sebagai bentuk peralihan sesungguhnya yang membuktikan transisi evolusioner dari air ke darat. Namun pada tanggal 22 Desember 1938, terjadi sebuah penemuan yang sangat menarik di Samudera Hindia. Di sana berhasil ditangkap hidup-hidup salah satu anggota famili Coelacanth, yang sebelumnya diajukan sebagai bentuk transisi yang telah punah 70 juta tahun lalu! Tak diragukan lagi, penemuan prototipe Coelacanth “hidup” ini menjadi pukulan hebat bagi para evolusionis. Seorang ahli paleontologi evolusionis, J.L.B. Smith, mengatakan bahwa ia tak akan sekaget ini jika bertemu dengan seekor dinosaurus hidup. Pada tahun-tahun berikutnya, 200 ekor Coelacanth berhasil ditangkap di berbagai penjuru dunia.

            Bukti Coelacanth hidup memperlihatkan sejauh mana evolusionis dapat mengarang skenario khayalan mereka. Bertentangan dengan klaim mereka, Coelacanth ternyata tidak memiliki paru-paru primitif dan tidak pula otak yang besar. Organ yang dianggap oleh peneliti evolusionis sebagai paru-paru primitif ternyata hanya kantong lemak. Terlebih lagi, Coelacanth yang dikatakan sebagai “calon reptil yang sedang bersiap meninggalkan laut menuju daratan”, pada kenyataannya adalah ikan yang hidup di dasar samudra dan tidak pernah mendekati kurang dari 180 meter di bawah permukaan laut.


            Share:

            Catatan Fosil Membantah Teori Evolusi| Kerutuhan Teori Evolusi| Harun Yahya

            Catatan Fosil Membantah Teori Evolusi| Menurut teori evolusi, setiap spesies hidup berasal dari satu nenek moyang. Spesies yang ada sebelumnya lambat laun berubah menjadi spesies lain, dan semua spesies muncul dengan cara ini. Menurut teori tersebut, perubahan ini berlangsung sedikit demi sedikit dalam jangka waktu jutaan tahun.Dengan demikian, maka seharusnya pernah terdapat sangat banyak spesies peralihan selama periode perubahan yang panjang ini.

            Sebagai contoh, seharusnya terdapat beberapa jenis makhluk setengah ikan - setengah reptil di masa lampau, dengan beberapa ciri reptil sebagai tambahan pada ciri ikan yang telah mereka miliki. Atau seharusnya terdapat beberapa jenis burung-reptil dengan beberapa ciri burung di samping ciri reptil yang telah mereka miliki. Evolusionis menyebut makhluk-makhluk imajiner yang mereka yakini hidup di masa lalu ini sebagai “bentuk transisi”.

            Jika binatang-binatang seperti ini memang pernah ada, maka seharusnya mereka muncul dalam jumlah dan variasi sampai jutaan atau milyaran. Lebih penting lagi, sisa-sisa makhluk-makhluk aneh ini seharusnya ada pada catatan fosil. Jumlah bentuk-bentuk peralihan ini pun semestinya jauh lebih besar daripada spesies binatang masa kini dan sisa-sisa mereka seharusnya ditemukan di seluruh penjuru dunia. Dalam The Origin of Species, Darwin menjelaskan:
            “Jika teori saya benar, pasti pernah terdapat jenis-jenis bentuk peralihan yang tak terhitung jumlahnya, yang mengaitkan semua spesies dari kelompok yang sama…. Sudah tentu bukti keberadaan mereka di masa lampau hanya dapat ditemukan pada peninggalan-peninggalan fosil.” 

            Bahkan Darwin sendiri sadar akan ketiadaan bentuk-bentuk peralihan tersebut. Ia berharap bentuk-bentuk peralihan itu akan ditemukan di masa mendatang. Namun di balik harapan besarnya ini, ia sadar bahwa rintangan utama teorinya adalah ketiadaan bentuk-bentuk peralihan. Karena itulah dalam buku The Origin of Species, pada bab “Difficulties of the Theory” ia menulis:
            ... Jika suatu spesies memang berasal dari spesies lain melalui perubahan sedikit demi sedikit, mengapa kita tidak melihat sejumlah besar bentuk transisi di mana pun? Mengapa alam tidak berada dalam keadaan kacau-balau, tetapi justru seperti kita lihat, spesies-spesies hidup dengan bentuk sebaik-baiknya?.... 

            Menurut teori ini harus ada bentuk-bentuk peralihan dalam jumlah besar, tetapi mengapa kita tidak menemukan mereka terkubur di kerak bumi dalam jumlah tidak terhitung?.... Dan pada daerah peralihan, yang memiliki kondisi hidup peralihan, mengapa sekarang tidak kita temukan jenis-jenis peralihan dengan kekerabatan yang erat? Telah lama kesulitan ini sangat membingungkan saya. Satu-satunya penjelasan Darwin atas hal ini adalah bahwa catatan fosil yang telah ditemukan hingga kini belum memadai. Ia menegaskan jika catatan fosil dipelajari secara terperinci, mata rantai yang hilang akan ditemukan.

            Karena mempercayai ramalan Darwin, kaum evolusionis telah berburu fosil dan melakukan penggalian mencari mata rantai yang hilang di seluruh penjuru dunia sejak pertengahan abad ke-19. Walaupun mereka telah bekerja keras, tak satu pun bentuk transisi ditemukan. Bertentangan dengan kepercayaan evolusionis, semua fosil yang ditemukan justru membuktikan bahwa kehidupan muncul di bumi secara tiba-tiba dan dalam bentuk yang telah lengkap. Usaha mereka untuk membuktikan teori evolusi justru tanpa sengaja telah meruntuhkan teori itu sendiri.

            Seorang ahli paleontologi Inggris ternama, Derek V. Ager, mengakui fakta ini meskipun dirinya seorang evolusionis:
            Jika kita mengamati catatan fosil secara terperinci, baik pada tingkat ordo maupun spesies, maka yang selalu kita temukan bukanlah evolusi bertahap, namun ledakan tiba-tiba satu kelompok makhluk hidup yang disertai kepunahan kelompok lain. Ahli paleontologi evolusionis lainnya, Mark Czarnecki, berkomentar sebagai berikut:
            Kendala utama dalam membuktikan teori evolusi selama ini adalah catatan fosil; jejak spesies-spesies yang terawetkan dalam lapisan bumi. Catatan fosil belum pernah mengungkapkan jejak-jejak jenis peralihan hipotetis Darwin — sebaliknya, spesies muncul dan musnah secara tiba-tiba. Anomali ini menguatkan argumentasi kreasionis*) bahwa setiap spesies diciptakan oleh Tuhan.

            Mereka juga harus mengakui kesiasiaan menunggu kemunculan bentuk-bentuk transisi yang “hilang” di masa mendatang, seperti yang dijelaskan seorang profesor paleontologi dari Universitas Glasgow, T. Neville George:
            Tidak ada gunanya lagi menjadikan keterbatasan catatan fosil sebagai alasan. Entah bagaimana, catatan fosil menjadi berlimpah dan hampir tidak dapat dikelola, dan penemuan bermunculan lebih cepat dari pengintegrasian... Bagaimanapun, akan selalu ada kekosongan pada catatan fosil.

            Kehidupan Muncul di Muka Bumi dengan Tiba-Tiba dan dalam Bentuk Kompleks

            Ketika lapisan bumi dan catatan fosil dipelajari, terlihat bahwa semua makhluk hidup muncul bersamaan. Lapisan bumi tertua tempat fosil-fosil makhluk hidup ditemukan adalah Kambrium, yang diperkirakan berusia 500-550 juta tahun.

            Catatan fosil memperlihatkan, makhluk hidup yang ditemukan pada lapisan bumi periode Kambrium muncul dengan tiba-tiba — tidak ada nenek moyang yang hidup sebelumnya. Fosil-fosil di dalam batu-batuan Kambrium berasal dari siput, trilobita, bunga karang, cacing tanah, ubur-ubur, landak laut dan invertebrata kompleks lainnya. Beragam makhluk hidup yang kompleks muncul begitu tiba-tiba, sehingga literatur geologi menyebut kejadian ajaib ini sebagai “Ledakan Kambrium” (Cambrian Explosion).

            Sebagian besar bentuk kehidupan yang ditemukan dalam lapisan ini memiliki sistem kompleks seperti mata, insang, sistem peredaran darah, dan struktur fisiologis maju yang tidak berbeda dengan kerabat modern mereka. Misalnya, struktur mata majemuk berlensa ganda dari trilobita adalah suatu keajaiban desain. David Raup, seorang profesor geologi di Universitas Harvard, Universitas Rochester dan Universitas Chicago mengatakan: “Trilobita memiliki desain optimal, hingga dibutuhkan seorang rekayasawan optik yang sangat terlatih dan sangat imajinatif jika ingin membuatnya di masa kini”.

            Binatang-binatang invertebrata kompleks ini muncul secara tiba-tiba dan sempurna tanpa memiliki kaitan atau bentuk transisi apa pun dengan organisme bersel satu yang merupakan satu-satunya bentuk kehidupan di bumi sebelum mereka. Richard Monastersky, editor Earth Sciences, salah satu terbitan populer dalam literatur evolusionis, memberikan pernyataan di bawah ini mengenai “Ledakan Kambrium” yang muncul sebagai kejutan besar bagi evolusionis:

            Setengah milyar tahun lalu, binatang-binatang dengan bentuk-bentuk sangat kompleks seperti yang kita lihat pada masa kini muncul secara tiba-tiba. Momen ini, tepat di awal Periode Kambrium Bumi sekitar 550 juta tahun lalu, menandai ledakan evolusioner yang mengisi lautan dengan makhluk-makhluk hidup kompleks pertama di dunia. Filum binatang besar masa kini ternyata telah ada di awal masa Kambrium. Binatang-binatang pertama itu pun berbeda satu sama lain sebagaimana binatang-binatang saat ini.
            Bagaimana bumi ini dipenuhi berbagai jenis binatang secara tiba-tiba dan bagaimana spesies-spesies yang berbeda-beda ini muncul tanpa nenek moyang yang sama adalah pertanyaan yang masih belum terjawab oleh evolusionis. Richard Dawkins, ahli zoologi Oxford, salah satu pembela evolusionis terkemuka di dunia, berkomentar mengenai realitas ini:

            Sebagai contoh, lapisan batuan Kambrium yang berumur sekitar 600 juta tahun, adalah lapisan tertua di mana kita menemukan sebagian besar kelompok utama invertebrata. Dan kita dapati sebagian besarnya telah berada pada tahap lanjutan evolusi, saat pertama kali mereka muncul. Mereka seolah-olah ditempatkan begitu saja di sana, tanpa proses evolusi. Tentu saja, kesimpulan tentang kemunculan tiba-tiba ini menggembirakan kreasionis.

            Dawkins terpaksa mengakui, “Ledakan Kambrium” adalah bukti kuat adanya penciptaan, karena penciptaan adalah satu-satunya penjelasan mengenai kemunculan bentuk-bentuk kehidupan yang sempurna secara tiba-tiba di bumi ini. Douglas Futuyma, ahli biologi evolusionis terkemuka mengakui fakta ini dan mengatakan: “Organisme muncul di muka bumi dengan dua kemungkinan: dalam bentuk yang telah sempurna atau tidak sempurna. Jika muncul dalam bentuk tidak sempurna, mereka pasti telah berkembang dari spesies yang telah ada sebelumnya melalui proses modifikasi. Jika mereka memang muncul dalam keadaan sudah berkembang sempurna, mereka pasti telah diciptakan oleh suatu kecerdasan dengan kekuasaan tak terbatas.” 

            Darwin sendiri menyadari kemungkinan ini ketika menulis: “Jika banyak spesies benar-benar muncul dalam kehidupan secara serempak dari genera atau famili-famili yang sama, fakta ini akan berakibat fatal bagi teori penurunan dengan modifikasi perlahan-lahan melalui seleksi alam.” Agaknya, periode Kambrium merupakan “pukulan mematikan” bagi Darwin. Inilah yang membuat seorang ahli paleo-antropologi evolusionis dari Swiss, Stefan Bengston, mengakui ketiadaan mata rantai transisi saat ia menjelaskan tentang periode Kambrium. Ia mengatakan: “Peristiwa yang mengecewakan (dan memalukan) bagi Darwin ini masih membingungkan kami”.

            Seperti yang kita pahami, catatan fosil menunjukkan bahwa makhluk hidup tidak berevolusi dari bentuk primitif ke bentuk yang lebih maju, tetapi muncul secara tiba-tiba dan dalam keadaan sempurna. Ringkasnya, makhluk hidup tidak muncul melalui evolusi, tetapi diciptakan.
            Share:

            Definition List

            Unordered List

            Support