Blog buat belajar

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Bahan Ajar SMP Kelas VII. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahan Ajar SMP Kelas VII. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 April 2015

Upaya Pelestarian Keanekaragaman Makhluk Hidup| Bahan Ajar SMP Kelas VII

Upaya Pelestarian Keanekaragaman Makhluk Hidup| Bumi planet yang indah, dari sekian planet yang beranekaragam dalam sistem tata surya, hanya bumi yang dipastikan memiliki kehidupan makhluk hidup di dalamnya, makhluk yang hidup di planet inipun sangat bervariasi dan beranekaragam jenisnya sehingga dalam memelajarinya para ahli mengklasifikasikan menjadi lima kingdom atau bahkan lebih. Keanekaragaman makhluk hidup ini dapat terjadi akibat adanya perbedaan sifat yang meliputi ukuran, bentuk, warna, serta lingkungan hidupnya, keanekaragaaman makhluk hidup sangat penting di dalam kelangsungan dan kelestarian dari makhluk hidup itu sendiri, semakin tinggi keanekaragaman dalam makhluk hidup maka tingkat kelestariannya akan tinggi, dan semakin sedikit keanekaragaman dalam makhluk hidup maka tingkat kelestariannya juga akan rendah dan terancam punah. Keanekaragaman makhluk hidup sangat tidak stabil, banyak faktor yang memengaruhi kestabilannya, faktor itu bisa dari alam ataupun dari campur tangan manusia. Faktor dari alam misalnya tragedi jatuhnya asteroid besar ke bumi dan mengakibatkan kepunahan dinosaurus dan organisme-organisme lainnya, mungkin tidak semua punah di saat jatuhnya asteroid tersebut, tetapi kebanyakan mereka tidak dapat bertahan hidup setelah kejadian tersebut, tidak dapat bertahan hidup karena keterbatasan sumber makanan ataupun lingkungan yang berubah sehingga mereka tidak dapat beradaptasi dan punah. Faktor lainnya yaitu campur tangan manusia, manusia sering kali menjadi penyebab turunnya keanekaragaman makhluk hidup dalam suatu ekosistem baik secara langsung ataupun tidak lansung.
 
Pada artikel ini saya akan memabahas sedikit mengenai beberapa kegiatan campur tangan manusia yang berdampak pada penurunan keanekaragaman makhluk hidup:
  1. Pembabatan area hutan alam. Manusia melakukan perusakan alam dengan berbagai macam alasan, seperti pembangunan jalan raya, perumahan, pabrik atau lainnya. Perluasan lahan dengan cara merusak alam sesungguhnya tidaklah benar, hutan memiliki fungsi yang penting dalam penyediaan air tanah, dan pepohonan dalam hutan juga bisa menjadi rumah bagi organisme lainnya, dengan menebang satu pohon saja kita tidak hanya menghilangkan satu organisme, namun organisme yang juga bergantung dengan pohon itu juga akan mati ataupun pergi mencari tempat yang baru, jika kita menebang pepohonan dalam hutan dalam skala yang banyak maka apa yang akan terjadi? tentu keanekaragaman makhluk hidup dalam hutan tersebut akan turun bukan, akibat kematian ataupun karena pergi mencari tempat berlindung, bayangkan saja jika rumah kita dihancurkan paksa oleh orang lain, tidak saja rumah kita yang hancur, tetapi kita sebagai organisme yang bergantung dengan rumah itu tentu akan terusik/marah, tidak mungkin kita akan berdiam diri di lingkungan yang telah rusak, itu sedikit gambaran dari organisme yang telah kita hancurkan rumahnya dengan membabat hutan alam. Alam sudah menyediakan semuanya untuk manusia dan manusia membalas dengan merusaknya, seperti pepatah air susu dibalas dengan air tuba, sungguh disayangkan.
  2. Penggunaan pestisida yang berlebihan. Pestisida adalah bahan yang digunakan untuk mengendalikan atau membasmi hama pengganggu. Contoh penggunaan pestisida adalah pada petani sawah, biasanya petani sawah akan menggunakan pestisida untuk membasmi hama seperti serangga pemakan padi, memang jika dibiarkan tentu petani akan dirugikan dengan adanya hama pada sawahnya, tetapi jika petani menggunakan pestisida secara berlebihan maka dapaat berakibat buruk pada rantai makanan dalam ekosistem sawah tersebut, bahkan dapat menyebar ke ekosistem yang lainnya, misalnya kita memberikan tanaman padi kita dengan pestisida secara berlebihan, memang serangga akan mati, tetapi ingat dalam ekosistem serangga juga memunyai pemangsa alaminya, misalkan saja burung pemakan serangga, burung pemakan serangga yang sudah teracuni oleh pestisida akan ikut teracuni juga, jika burung tersebut memakan serangga dalam jumlah yang banyak maka burung tersebut juga dapat ikut mati, dan jika semua burung pemakan serangga mati, maka predator alami dari burung tersebut akan beralih mencari mangsa ke ekosistem yang lain, atau jika predator dari burung pemakan serangga ikut memakan burung tersebut maka predator tersebut juga akan teracuni, bukan hanya itu, padi yang terkena pestisida juga pasti mengandung racun bukan, dan yang memakan nasi yang berasal dari padi juga manusia, dan manusia yang memakannya juga akan teracuni. Itulah mengapa penggunaan pestisida secara berlebihan akan berdampak buruk bagi organisme yang berada di lingkungan ekosistem tersebut, segala yang berlebihan pasti tidak akan baik. Solusi yang ramah lingkungan untuk membasmi hama adalah dengan cara mendatangkan pemangsa alami dari hama tersebut, namun hal ini juga memunyai resiko tersendiri, dengan menambah jumlah predator alaminya, maka hama yang juga organisme tersebut juga akan mati semua dimangsa oleh predatornya tanpa sempat untuk bereproduksi, dan akhirnya hama tersebut juga akan punah, ingat konsep piramida energi, ekosistem yang ideal adalah "jumlah organisme pada tingkat tropik paling bawah (produser) harus memunyai biomassa yang lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat tropik di atasnya, sehingga terbentuk seperti bentuk piramida".
  3. Pembuangan Limbah Industri yang tidak bertanggung jawab. Banyak pabrik-pabrik didirikan untuk memenuhi kebutuhan manusia, seperti pabrik pakaian ataupun juga makanan. Namun dalam pemenuhan kebutuhan manusia tersebut terkadang manusia lupa akan lingkungannya, lupa akan organisme yang hidup di sekitarnya, pabrik selain menghasilkan produk yang bermanfaat untuk manusia, juga menghasilkan limbah yang bersifat merugikan, limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi industri (pabrik-pabrik industri). Jika penanganan mengenai limbah dalam suatu industri sudah benar maka tidak akan menjadi masalah, tetapi jika penanganan limbah tidak sesuai prosedurnya maka akan menjadi masalah, misalnya limbah-limbah dari pabrik tanpa ditangani terlebih dahulu langsung dibuang melalui sungai atau langsung ke lautan, sungai juga pasti akan mengalir menuju lautan. Jika hal itu dilakukan maka organisme-organisme di sekitar pembuangan limbah tersebut yang tidak dapat beradaptasi akan mati, mungkin jika limbah dalam skala kecil dan tidak dibuang secara terus-menerus organisme di sekitar pembuangan limbah akan bertahan hidup, tetapi jika limbah yang dibuang dalam skala besar dan terus-menerus maka akan mengakibatkan kematian masal bagi organisme yang berada pada daerah yang tercemar limbah tersebut, belum lagi nelayan yang menangkap ikan untuk dimakan ataupun dijual, jika ikan yang tertangkap sudah teracuni limbah maka orang-orang yang mengonsumsinya juga akan keracunan. Sebenarnya dalam pembuatan pabrik, semua sudah diperhitungkan, termasuk masalah pembuangan limbah, namun terkadang ada manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab dengan tidak mau mengolah limbah agar menjadi limbah yang tidak berbahaya karena alasan tidak mau membuang uang untuk hal yang tidak berguna, namun ingat sesuatu yang tidak berguna bagi kita terkadang sangat berguna untuk organisme lain, jangan sampai hanya dengan alasan uang kita jadi parasit bagi organisme lain.
  4. Perburuan Hewan. Perburuan hewan adalah sebenarnya merupakan kegiatan ilegal di mata pemerintah, pasalnya para pemburu pasti akan memburu hewan yang punya nilai jual tinggi, misalnya harimau yang akan diambil kulitnya, gajah yang diambil gadingnya, dan lain sebagainya. Padahal hewan-hewan tersebut punya peran penting di dalam suatu ekosistem, harimau sebagai predator tertinggi tentu menempati tingkat tropik teratas pada piramida energi, dan tentu jumlahnya lebih sedikit dari jumlah makanannya (misalkan saja kijang), jika semua harimau diburu maka populasi kijang akan tidak terkendali, jumlahnya akan terus meningkat, jika jumlah populasi kijang meningkat maka organisme produser sebagai makanannya akan turun jumlahnya dan bahkan akan habis, lambat laun dengan habisnya sumber makanan kijang, kijang tersebut juga akan mati akibat kekurangan sumber makanan. 
Kegiatan-kegiatan yang dicontohkan tadi hendaknya menjadi pertimbangan bagi setiap manusia yang hidup berdampingan dengan alam, ingat kita hidup dengan mengadakan interaksi dengan organisme lain atapun dengan lingkungan, jika kita tidak dapat menjaga lingkungan maka akan banyak organisme lain yang akan merasakan dampaknya, kita diberi akal untuk berpikir dan berperilaku yang lebih baik dari organisme lain, harusnya kita bisa lebih baik dari mereka dalam menjaga alam, bukan malah lebih buas dari mereka dalam merusak alam.

Tidak ada ciptaan tuhan yaang tidak memunyai manfaat, begitulah seharusnya kita berpikir, semua organisme yang beranekaragam di bumi ini memunyai peran masing-masing dalam hidupnya, maka dari itu kita harus menjaga dari keanekaragaman organisme tersebut agar bumi ini tetap kaya akan sumber daya alam hayatinya, semakin bertambahnya tahun semakin berkurang keanekaragaman organisme di bumi ini, dampak buruk dari berkurangnya keanekaragaman makhluk hidup juga akan berdampak buruk bagi manusia itu sendiri. Menurut teori hukum alam setiap makhluk hidup/spesies yang sudah punah, tidak akan lagi tercipta di dunia ini. Untuk itu kita wajib turut serta dalam melestarikan alam ini. Memang selama ini pemerintah juga sudah berupaya menanggulangi masalah kepunahan dari makhluk hidup, diantaranya yaitu dengan:
  1. Membuat kebun koleksi, kebun koleksi dibuat untuk memertahankan tumbuhan bibit unggul. Contonya kebun mangga di Pasuruan.
  2. Membuat Kebun Botani.
  3. Membuat Cagar Alam
  4. Membuat Suaka Margasatwa
  5. Membantu penetasan telur-telur hewan
  6. Memindahkan hewan langka ke tempat yang lebih cocok jika lingkungan awal sudah berubah kondisinya.
  7. Membuat Undang-undang perburuan liar
Semua upaya telah dibuat, tinggal bagaimana peran kita dalam memaksimalkannya. Pesan Admin kepada para pembaca, "Anggaplah kekayaan bumi ini sebagai pinjaman dari anak-cucu kita, bukan sebagai warisan dari nenek moyang kita, karena dengan kita menganggap sebagai pinjaman maka kita bertanggung jawab penuh untuk menjaga dan mengembalikannya dengan utuh kepada anak-cucu kita, sedangkan jika kita menganggap sebagai warisan, maka kita akan bertindak semaunya karena menganggap sebagai milik kita seutuhnya".

Demikian artikel mengenai Upaya Pelestarian Keanekaragaman Makhluk Hidup, memang pada artikel ini kebanyakan mengacu kepada penyebab hilangnya keanekaragaman makhluk hidup bukan kepada upayanya, karena dengan mengerti pokok permasalahan yang dihadapi, kita tidak hanya berupaya untuk menanggulangi, tetapi harapannya kita dapat mencegah juga sebelum hal yang lebih buruk terjadi, semoga bermanfaat.
Share:

Rabu, 08 April 2015

Hubungan Antar Komponen Ekosistem| Bahan Ajar SMP Kelas VII

Hubungan Antar Komponen Ekosistem| Sebelumnya kita telah membahas mengenai komponen ekosistem dan satuan dalam ekosistem, dan sekarang kita akan membahas mengenai hubungan dari komponen-komponen dalam ekosistem. Telah kita ketahui bersama komponen dalam ekosistem meliputi komponen abiotik dan komponen biotik, kita juga mengetahui bahwa dalam suatu ekosistem terjadi suatu interaksi, interaksi tersebut terjadi antara komponen biotik dengan biotik (organisme dengan organisme lain), maupun interaksi antara komponen biotik dengan abiotik (organisme dengan lingkungannya). Pada artikel kali ini mari kita bahas bersama interaksi (hubungan) antara komponen ekosistem tersebut baik interaksi antara biotik dengan biotik maupun dengan abiotik.
  1. Interaksi antara komponen biotik dengan biotik
  • Setiap organisme yang hidup dan berada pada lingkungan hidup yang sama pasti akan membutuhkan keberadaan organisme lain untuk saling mendukung kehidupan baik secara langsung maupun tidak langsung. Hubungan ketergantungan antara produser, konsumer I, II, III, dan pengurai terjadi melalui proses makan memakan melalui peristiwa sebagai berikut.
  •  Rantai Makanan. Rantai makanan adalah perpindahan energi dari organisme tingkat tropik terendah sampai organisme tingkat tropik tertinggi. Perpindahan energi di mulai dari matahari sebagai sember energi terbesar di bumi, cahaya matahari yang menyinari bumi membawa energi yang dimanfaatkan oleh semua organisme autotrof seperti tumbuhan misalnya, cahaya merupakan syarat yang harus ada untuk tumbuhan dalam melakukan fotosintesis dan menghasilkan makanan bagi tumbuhan itu sendiri, di sini perpindahan energi tahap awal sudah terjadi, energi dari cahaya matahari dipakai oleh tumbuhan dalam melakukan fotosintesis, mudah bagi tumbuhan dan organisme autotrof lainnya untuk memeroleh energi karena dapat langsung memanfaatkan energi dari sumber energi, lalu bagaimana dengan organisme heterotrof seperti hewan ataupun manusia?, hewan dan manusia tidak dapat melakukan fotosintesis karena tidak ada organel kloroplas di dalam sel hewan dan manusia (kloroplas adalah organel yang berperan dalam proses fotosintesis), organisme heterotrof yang berperan sebagai konsumer primer dalam ekosistem akan memakan produser untuk memeroleh energi, dan sekali lagi energi telah berpindah (dari produser ke konsumer primer) organisme konsumer primer umumya beranggotakan organisme herbivora (pemakan produser/ tumbuhan), lalu organisme konsumer primer akan dimangsa oleh konsumer sekunder dan begitu seterusnya hingga terdapat organisme predator yang sudah tidak ada lagi pemangsa alaminya, sehingga sekarang perpindahan energi sudah pada puncaknya yaitu organisme yang sudah tidak ada lagi pemangsa alaminya, ketika organisme mati, datanglah organisme detritivor sebagai pemakan bangkai, lalu akan diuraikan lagi oleh organisme dekomposer, dan perpindahan energi kembali berlanjut. Contoh: cahaya matahari digunakan tanaman padi untuk menghasilkan makanan melalui proses fotosintesis, tanaman padi berperan sebagai produser, lalu Padi dimakan oleh Tikus sawah, Tikus sawah berperan sebagai organisme konsumer primer/I. Tikus sawah dimangsa oleh Ular sawah, ular sawah sebagai konsumer sekunder/II, Ular sawah dimangsa oleh Elang, Elang umumnya tidak ada pemangsa alaminya, sehingga Elang disebut juga sebagai predator, Elang berperan sebagai konsumer tersier/III, lalu semua organisme yang mati akan dimakan oleh detritivor seperti burung pemakan bangkai, kelabang, atau cacing, kemudian akan diuraikan lagi oleh dekomposer seperti bakteri dan jamur, dekomposer akan membantu proses pembusukan pada organisme yang telah mati. Dalam perpindahan energi dari produser (tingkat tropik terendah) hingga ke konsumer tertinggi (predator) (tingkat tropik tertinggi) terjadi pengurangan jumlah energi dari semula karena energi tersebut tidak berpindah secara utuh tetapi juga digunakan oleh setiap organisme untuk melangsungkan hidupnya.
Contoh rantai makanan. Arah panah menujukkan makna "dimakan"

  • Jaring-jaring Makanan, jaring-jaring makanan merupakan kumpulan dari rantai makanan yang terjadi di dalam suatu ekosistem. Mari lihat gambar di bawah ini:
Contoh Jaring-Jaring Makanan
  • Pada gambar di atas terlihat contoh dari jaring-jaring makanan yang berada dalam sebuah ekosistem, seperti yang telah dijelaskan bahwa jaring-jaring makanan terbentuk dari beberapa rantai makanan yang saling bertautan satu dengan yang lain. 
  • Mari kita uraikan jaring-jaring makanan tersebut menjadi beberapa rantai makanan (ingat, rantai makanan selalu berawal dari produser):
           1. Tumbuhan --> Kelinci --> Rubah
           2. Tumbuhan --> Kelinci --> Burung Elang
           3. Tumbuhan --> Tikus --> Rubah
           4. Tumbuhan --> Tikus --> Burung Elang
           5. Tumbuhan --> Tikus --> Ular --> Burung Elang
           6. Tumbuhan --> Burung pemakan biji-bijian --> Rubah
           7. Tumbuhan --> Burung pemakan biji-bijian --> Burung Elang
           8. Tumbuhan --> Serangga herbivora --> B. Pemakan Serangga --> Rubah
           9. Tumbuhan --> Serangga herbivora --> Laba-laba --> B. Pemakan Serangga --> Rubah
           10. Tumbuhan --> Serangga herbivora --> Laba-laba --> B. Pemakan Serangga --> B. Elang
           11. Tumbuhan --> Serangga herbivora --> Laba-laba --> Katak --> Ular --> Burung Elang
           12. Tumbuhan --> Serangga herbivora --> Serangga predator --> Laba-laba -->
                 B. Pemakan Serangga --> Rubah
           13. Tumbuhan --> Serangga herbivora --> Serangga predator --> Laba-laba --> 
                 B. Pemakan Serangga --> B. Elang
           14. Tumbuhan --> Serangga herbivora --> Serangga predator --> Laba-laba --> Katak --> Ular
                  --> Burung Elang
           15.  Tumbuhan --> Serangga herbivora --> Katak --> Ular --> Burung Elang
            * Tanda arah panah menunjukkan makna dimakan
    • Piramida Makanan. Piramida Makanan adalah gambaran antara jumlah produser dan konsumer, dalam piramida ini semakin ke arah puncak biomassa semakin kecil. Biomassa adalah jumlah organisme yang hidup dalam ekosistem dalam waktu tertentu.
    Piramida Makanan
    • Jumlah biomassa pada piramida ini semakin ke arah tingkat tropik tertinggi semakin kecil, hal ini memang keajaiban Allah SWT sebagai sang pencipta yang memikirkan segala makhluk ciptaanya. Bayangkan apabila tidak terjadi penyusutan biomassa pada kenaikan tingkat tropik, maka perpindahan energi tidak akan terjadi dengan sebagaimana mestinya, misalkan jika jumlah tumbuhan sebagai produser hanya tersedia 50 biji dalam satu ekosistem, sedangkan organisme konsumer tingkat I jumlahnya ada 100 ekor, jika untuk memeroleh energi setiap konsumer tingkat I harus memakan satu tumbuhan, maka dari 100 ekor hewan hanya akan 50 ekor yang makan dan terus hidup, namun jika semua produser habis termakan secara otomatis tumbuhan tersebut tidak akan bereproduksi dan akhirnya konsumer tingkat I juga akan mati karena tidak ada lagi produser sebagai sumber makanan, jika terus terjadi demikian hingga tingkat tropik tertinggi maka akan terjadi ketidakseimbangan pada ekosistem tersebut. Untuk itu kita sebagai manusia yang berakal dan berbudi pekerti harus ikut menjaga kelestarian alam, bukan malah merusak alam, alam diciptakan sudah dalam tatanan yang semestinya, jika kita merusak sistem itu maka akan berdampak buruk pada organisme yang ada dalam alam tersebut.
          2. Interaksi antara komponen biotik dengan abiotik
    • Keberadaan komponen abiotik di dalam suatu ekosistem sangat berpengaruh terhadap komponen biotik. Misalnya dengan adanya keberadaan komponen abiotik seperti udara, air, cahaya, mineral, dan tanah maka kelangsungan hidup suatu organisme akan lebih terjamin. Sebaliknya, keadaan komponen biotik misalnya tumbuhan juga berperan dalam penyimpanan air dalam tanah, dengan adanya air dalam tanah akan membuat tanah menjadi subur, kesuburan tanah membuat organisme yang hidup dalam tanah juga dapat tetap hidup. Interaksi ini saling memengaruhi satu sama lain dan menjadikan ekosistem tetap terjaga.
    Demikian artikel mengenai hubungan antar komponen ekosistem, dalam penyampaian terhadap peserta didik diharapkan pendidik harus mengetahui kapasitas dari peserta didiknya dan menyesuaikan materi ini dengan kapasitasnya agar mereka selaku peserta didik lebih memahami dengan baik mengenai materi ini. Semoga bermanfaat.

      Share:

      Selasa, 07 April 2015

      Satuan-Satuan dalam Ekosistem

      Satuan-Satuan dalam Ekosistem| Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai komponen ekosistem, dan pada artikel ini kita akan membahas mengenai satuan-satuan di dalam ekosistem. Perhatikan gambar di bawah ini:

      Satuan-satuan dalam Ekosistem
      Sudah perhatikan gambar tersebut? 
      Karena kita akan membahas mengenai satuan-satuan di dalam ekosistem, maka perhatikan dan fokuslah ke gambar tingkatan di bawah ekosistem, di sana terlihat ada komunitas, populasi, dan juga individu. Sebenarnya masih terdapat tingkatan-tingkatan di bawah individu, untuk mengingatnya baca materi mengenai struktur organisasi kehidupan pada artikel sebelumnya, di sana juga sudah sedikit disinggung mengenai satuan-satuan yang ada di dalam ekosistem.

      Mari kita bahas dari satuan yang terkecil terlebih dahulu, yaitu individu.
      • Individu merupakan makhluk hidup/organisme tunggal. Lihat gambar di atas, pada tingkat individu terlihat ada satu ekor tikus, satu ekor tikus juga disebut sebagai satu individu tikus, saya sebagai seorang manusia juga disebut sebagai individu, karena saya hanya ada satu/tunggal. 
      • Populasi merupakan kumpulan makhluk hidup/organisme sejenis yang mendiami habitat yang sama. Habitat adalah tempat hidup di mana makhluk hidup tinggal dan berkembang biak. Lihat kembali gambar di atas, pada tingkat populasi terdapat empat tikus/sekumpulan tikus/ empat individu tikus, karena yang berkumpul bersama dalam tempat yang sama adalah tikus maka sekumpulan tikus itu dapat disebut sebagai populasi tikus.
      • Komunitas merupakan kumpulan dari populasi-populasi yang berbeda jenis dan berada pada lingkungan/tempat tinggal yang sama. Lihat gambar: Pada gambar terlihat ada sebuah komunitas, komunitas tersebut terdiri dari tiga macam populasi, yaitu populasi burung yang terdiri dari tiga individu, populasi bunga yang terdiri dari tiga individu, dan populasi tikus yang juga terdiri dari tiga individu. 
      Setiap organisme yang hidup pasti akan bergantung pada lingkungan tempat tinggalnya (habitat), dan organisme tersebut juga akan mengadakan interaksi (hubungan) terhadap organisme lain maupun lingkungan baik secara langsung maupun tidak langsung. Contoh: Manusia bernafas dengan menghirup udara dari alam, dan mengeluarkan karbondioksida serta uap air, karondioksida dan uap air akan dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis, fotosintesis menghasilkan zat makanan bagi tumbuhan tersebut, dengan adanya makanan maka tumbuhan akan mendapat energi dan dapat melangsungkan hidupnya, selain zat makanan, proses fotosintesis juga akan menghasilkan oksigen yang akan dilepaskan ke lingkungan, oksigen tersebut dimanfaatkan manusia dan organisme lainnya yang berada pada lingkungan tersebut untuk bernafas. Proses ini terjadi secara berulang-ulang secara teratur. Interaksi antara organisme dengan organisme dan organisme dengan lingkungan inilah disebut dengan ekosistem. Cabang ilmu Biologi yang memelajari tentang ekosistem disebut dengan ekologi, dan orang yang memelajari ekologi disebut ekolog.

      Berdasarkan cara terjadinya Ekosistem dibedakan menjadi dua, yaitu secara alami dan buatan.
      1. Ekosistem Buatan. Ekosistem yang sengaja dibuat oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Ekosistem ini memunyai ciri-ciri yaitu komponen ekosistem dalam ekosistem buatan memeroleh energi dari luar ekosistem, tanaman atau hewan peliharaan didominasi oleh manusia, memiliki keanekaraman makhluk hidup yang rendah. Untuk menjelakan ciri-ciri tersebut agar lebih mudah dipahami, mari kita ambil contoh ekosistem buatan. Anda pernah bukan melihat aquarium, di dalam aquarium biasanya terdapat beberapa komponen biotik seperti  ikan, karang terumbu, penyu, dan lain-lain, sedangkan komponen abiotiknya seperti udara dan air. Energi pada ekosistem aquarium diperoleh dari luar ekosistem, manusia sebagai pembuat ekosistem akan memberikan makanan ke dalam aquarium di mana makanan akan dimakan oleh organisme di dalam aquarium tersebut dan menjadi energi yang digunakan untuk melangsungkan hidupnya, tanpa manusia memberikan makanan, organisme di dalam ekosistem aquarium tidak akan dapat hidup karena tidak ada yang dapat dimakan, jika tidak makan maka organisme tersebut tidak akan mendapat energi, dan tidak dapat melangsungkan hidupnya (biasanya yang dipelihara dalam aquarium adalah hewan yang tidak saling memangsa satu sama lain). Tanaman atau hewan peliharaan didominasi oleh manusia, pada ekosistem aquarium yang kita buat pasti kita juga yang menentukan organisme apa saja yang akan kita masukkan ke dalam ekosistem tersebut. Memiliki keanekaragaman makhluk hidup yang sangat rendah, keanekaragaman makhluk hidup pada ekosistem aquarium pasti akan sedikit dibandingkan dengan keanekaragaman makhluk hidup yang ada di lautan, mungkin pada aquarium hanya beberapa jenis ikan saja.
        Contoh ekosistem buatan lainnya adalah waduk, agroekosistem (aneka jenis sawah, perkebunan, dan tambak), hutan tanaman budidaya.
      2. Ekosistem Alami. Ekosistem yang sudah tersedia dari alam tanpa campur tangan manusia dalam pembuatannya. Ciri-cirinya berlawanan dengan ciri-ciri dari ekosistem buatan, yaitu energi berasal dari dalam ekosistem, tidak didominasi oleh manusia, dan memiliki keanekaragaman makhluk hidup yang tinggi. Contoh: Ekosistem Pantai, Sungai, dan juga Hutan. Semua ekosistem alami mendapatkan energi dari dalam ekosistem itu sendiri, sumber energi terbesar di bumi yaitu matahari, melalui cahayanya matahari memancarkan energi yang dapat dimanfaatkan oleh organisme autotrof  yang berperan sebagai produser di dalam ekosistem, energi tersebut dapat berpindah ke organisme heterotrof melalui proses makan-memakan yang disebut dengan istilah rantai makanan. Untuk membahas lebih dalam mengenai rantai makanan, silahkan baca artikel mengenai Hubungan antar komponen ekosistem. Tidak didominasi oleh manusia, tentu saja ekosistem alami tidak didominasi oleh manusia, karena pada ekosistem alami tidak ada campur tangan manusia dalam pembuatan maupun kehidupan organismenya, mereka dapat terus hidup dengan apa yang memang sudah tersedia di alam. Memiliki keanekaragaman makhluk hidup yang tinggi, ekosistem alami memiliki wilayah yang luas, semakin luas wilayahnya maka makhluk hidup yang berada di dalamnya semakin banyak dan beranekaragam.
       Demikian artikel mengenai satuan-satuan dalam ekosistem, semoga bermanfaat.
      Share:

      Ekosistem| Komponen Ekosistem| Bahan Ajar Kelas VII

      Ekosistem| Organisme dalam melangsungkan hidupnya tidak hanya bergantung pada organisme lain melainkan juga bergantung pada lingkungannya. Sebagai contoh: untuk makan manusia mendapatkannya dari organisme lain (heterotrof), telur, daging, nasi, sayuran, semua berasal dari organisme lain, untuk minum manusia mendapatkannya dari lingkungan (alam). Tumbuhan berbunga ada yang membutuhkan serangga untuk membantu penyerbukan, dan tumbuhan juga memerlukan air, tanah, udara untuk hidup dan itu didapatkannya dari lingkungan. Kita sebagai makhluk hidup tidaklah dapat bertahan hidup jika tidak mengadakan interaksi dengan makhluk hidup lain maupun dengan lingkungan, interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungan disebut sebagai ekosistem. Pada artikel ini kita akan membahas seputar ekosistem dari berbagai aspek, lihat peta konsep di bawah ini.


      saling ketergantungan antar komponen ekosistem

      Komponen Ekosistem
      Komponen/ unsur di dalam ekosistem dibagi menjadi dua yaitu ada komponen abiotik dan biotik.
      • Komponen Abiotik (Komponen tak hidup)
      • Seperti yang telah dicontohkan di awal artikel ini bahwa organisme dalam mengadakan interaksi/hubungan selain dengan organisme lain juga mengadakan interaksi dengan lingkungan, lingkungan ini merupakan komponen abiotik dari ekosistem.
      • Contoh dari komponen abiotik adalah air, udara, tanah, cahaya matahari.
      • Komponen Biotik (Komponen hidup)
      • Komponen ini terdiri dari makhluk hidup (Manusia, hewan, tumbuhan, jamur, bakteri). Dalam ekositem komponen biotik dibedakan dari segi fungsi menjadi produser, konsumer, dan dekomposer (pengurai).
      1. Produser. Produser terdiri dari makhluk hidup yang bersifat autotrof (dapat membuat makanannya sendiri tanpa melibatkan organisme lain). Semua golongan tumbuhan masuk ke dalam kelompok produser. Tumbuhan dapat membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis yang terjadi pada daun, batang, bahkan buah yang masih berwarna hijau, warna daun hijau daun dipengaruhi oleh pigmen (zat warna) hijau yang disebut dengan klorofil. Fotosintesis adalah proses pembuatan makanan pada tumbuhan dan organisme lain dengan cara merubah energi cahaya menjadi energi kimia.
      2. Konsumer. Konsumer terdiri dari makhluk hidup yang bersifat heterotrof (tidak dapat membuat makanannya sendiri, makanan didapatkan dari organisme lain). Semua golongan hewan termasuk manusia masuk ke dalam kelompok konsumer. Setiap organisme heterotrof mendapatkan makanannya dengan cara memakan organisme lain, sehingga akan terjadi proses makan-memakan.   
                Berdasarkan tingkat makanannya konsumer dibedakan menjadi: 
                a. Konsumer I atau primer
                    Konsumer I adalah organisme yang memakan organisme produser
                b. Konsumer II atau sekunder
                    Konsumer II adalah organisme yang memakan organisme konsumer I atau primer.
                    * Jika terdapat organisme yang memakan organisme konsumer II maka dapat dikatakan sebagai kosumer III, 
                           begitu seterusnya. 

                Berdasarkan jenis makanannya konsumer sebagai organisme heterotrof dibedakan menjadi:
                a. Herbivora 
                    Herbivora adalah organisme yang jenis makanannya adalah tumbuh-tumbuhan, jenis 
                    tumbuhan yang dimakan bergantung dari struktur tubuh hewan tersebut. Contoh: Sapi, 
                    Kambing, memunyai bentuk gigi dan saluran pencernaan yang memungkinkan untuk 
                    memakan jenis rerumputan. Organisme herbivora berperan dalam ekosistem sebagai 
                    konsumer primer.
                b. Karnivora
                    Karnivora adalah organisme yang jenis makanannya adalah daging, hewan karnivora 
                    biasanya memunyai gigi taring yang tajam disesuaikan dengan jenis makanannya yaitu 
                    daging, gigi taring ini digunakan untuk mengoyak mangsanya.  Contoh: Elang memakan 
                    ayam, Harimau memakan kijang. 
                c. Omnivora
                    Omnivora adalah organisme yang jenis makanannya adalah tumbuhan dan juga daging.
                     Contoh: Manusia, Ayam, Tikus. 

            3. Detritivor
                Detritivor adalah hewan pengurai yang memakan sisa-sisa bahan organik dari hewan atau 
                tumbuhan yang telah membusuk. Contoh: Kelabang, Rayap, Kutu Kayu.

           4. Dekomposer 
               Dekomposer juga disebut sebagai pengurai. Dekomposer adalah organisme yang menguraikan 
               bahan organik yang berasal dari organisme yang sudah mati. organisme yang tergabung  
               sebagai  dekomposer umumnya adalah organisme mikro (mikroorganisme). Mikroorganisme ini 
               menguraikan materi-materi (bahan) yang sebelumnya telah melalui proses penguraian oleh    
               detritivor. 

      Organisme secara ukuran dibedakan menjadi makroorganisme dan mikroorganisme. Makroorganisme adalah  organisme yang berukuran makro (besar) dan dapat dilihat tanpa menggunakan alat bantu. 
      Contoh: manusia, tumbuhan berbiji, hewan mamalia. Mikroorganisme adalah organisme yang berukuran mikro (kecil) dan untuk melihatnya membutuhkan alat bantu seperti mikroskop. Contoh: bakteri, jamur.

      *Catatan: Pada kebanyakan buku Biologi berbahasa Indonesia menyebutkan bahwa organisme autotrof adalah produsen, dan organisme heterotrof adalah konsumen. Namun jika Anda mencari pada wikipedia versi bahasa inggris misalnya, penyebutannya pasti producers and konsumers. Karena memang istilah yang lebih tepat adalah produser dan konsumer, akhiran -er pada kata produser dan konsumer merujuk pada makna pelaku, jadi produser artinya adalah pelaku produksi, sedangkan konsumer adalah pelaku konsumi.
      Demikian materi mengenai Ekosistem. Agar tidak bosan karena artikel yang terlalu panjang maka saya akan memisahkan materi mengenai Satuan Ekosistem dalam artikel selanjutnya.

       
          Share:

          Senin, 06 April 2015

          Struktur Organisasi Kehidupan| Bahan ajar Kelas VII

          Struktur Organisasi Kehidupan| Dalam lingkungan Anda tinggal, adakah struktur organisasi yang dibuat? di lingkungan Desa misalnya, pasti ada struktur organisasi Desa yang dipimpin oleh Lurah, dan jika Anda perhatikan ternyata Desa juga merupakan bagian terkecil dari Kecamatan, Kecamatan bagian dari Kabupaten, Kabupaten bagian dari Propinsi, dan Propinsi bagian dari Negara. Semua komponen terkecil tersebut menjalankan fungsinya masing-masing secara terorganisir agar komponen yang tingkat di atasnya juga dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Contohnya, jika Desa-Desa dalam suatu Kecamatan menjalankan fungsinya dengan baik maka Kecamatan tersebut juga akan Baik, begitu seterusnya hingga Negara juga akan baik.


          Tidak hanya di lingkungan Anda tinggal, ternyata manusia sebagai individu inipun menjadi sebuah struktur organisasi dalam kehidupan, apakah kita merupakan bagian/unit yang terkecil atau justru yang terbesar? untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, mari kita bahas bersama.

           
          Hirarki organisasi kehidupan
          Hirarki Organisasi Kehidupan
          Dari gambar di atas terlihat bahwa sel merupakan bagian yang terkecil dari hirarki (susunan) kehidupan. Sebenarnya masih ada lagi bagian-bagian yang lebih kecil dari sel, seperti molekul, atom, dan senyawa, tapi kita tekankan dalam pembelajaran ini mulai dari sel. Sel adalah unit terkecil yang hidup dan mampu menjalankan aktivitas metabolismenya sendiri.
          *Catatan: bagi guru yang mengajarkan materi ini, diharapkan mampu untuk membuat konsep yang kuat mengenai sel sebagai dasar dari penyusun kehidupan, karena konsep ini akan terus dipakai hingga jenjang selanjutnya, jadi bagi guru selaku pendidik harus menanamkan konsep-konsep pada materi ini dengan benar.
          Sel
          Sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil penyusun makhluk hidup. Jika hanya membaca definisi sel tersebut pasti masih sulit dipahami oleh peserta didik yang awam terhadap kata sel, oleh karena itu akan saya jabarkan hingga sesederhana mungkin agar mudah dimengerti. Dalam definisi sel terdapat kata hubung "dan" yang menandakan bahwa kalimat tersebut kalimat majemuk, sekarang mari kita pisahkan menjadi "unit struktural terkecil penyusun makhluk hidup" dan unit fungsional terkecil penyusun makhluk hidup".

          Maksud dari sel sebagai unit struktural terkecil penyusun makhluk hidup adalah bahwa setiap makhluk hidup tersusun dari sel, dan sel merupakan unit/bagian yang paling kecil dari makhluk hidup, sedangkan maksud dari sel sebagai unit fungsional terkecil penyusun makhluk hidup adalah sel yang mengatur semua fungsi kehidupan/aktivitas kehidupan dari makhluk hidup, berfungsinya seluruh tubuh dari makhluk hidup tidak terlepas dari berfungsinya seluruh sel-sel yang menyusun tubuh makhluk hidup tersebut, kenapa berfungsinya sel-sel makhluk hidup berpengaruh terhadap aktivitas makhluk hidup tersebut? sekali lagi karena sel merupakan unit terkecil dari makhluk hidup itu sendiri. Seperti di contohkan dalam awal paragraf artikel ini, kecamatan akan berfungsi dengan baik apabila desa-desa menjalankan fungsinya dengan baik, karena desa adalah unit terkecil dari sistem pemerintahan, jika semua desa baik maka kecamatan baik, jika semua kecamatan baik maka kabupaten baik, jika semua kabupaten baik maka semua propinsi baik, jika semua propinsi baik maka negara juga akan baik, insyaallah seperti itu. Sama seperti sel, jika sel-sel berfungsi dengan baik, maka jaringan akan berfungsi dengan baik, begitu seterusnya hingga makhluk hidup itu juga akan dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Sel memunyai bentuk dan ukuran yang bermacam-macam, di mana bentuk-bentuk tersebut akan memengaruhi daripada fungsi yang dilakukan oleh sel itu sendiri. Anda ingat bukan pada artikel sebelumnya kita membahas mengenai ciri-ciri makhluk hidup yang di dalamnya terdapat salah satu ciri yaitu adaptasi, dalam artikel itu saya contohkan adaptasi dari bentuk kaki burung elang, bentuk kaki burung elang menyesuaiakan dengan fungsinya yaitu untuk menerkam mangsa, jika bentuk kaki burung elang berselaput seperti bebek, maka tidak mungkin kaki burung elang dugunakan untuk menerkam mangsa. Sama seperti sel, bentuk dari sel yang bermacam-macam juga berpengaruh terhadap fungsi dari masing-masing sel tersebut, dan sel yang memunyai bentuk dan ukuran yang sama akan bekerja sama dalam menjalankan fungsinya.

          Jaringan
          Sebelumnya kita sudah mengerti konsep bahwa sel merupakan unit terkecil penyusun makhluk hidup, jika sel adalah yang terkecil maka ada bagian di atasnya yang lebih besar daripada sel, yaitu jaringan. Jaringan adalah kumpulan dari sel-sel yang memunyai bentuk dan ukuran yang sama, di mana kumpulan tersebut menjalankan fungsi yang sama. Pada manusia dan sebagian hewan terdiri dari empat jaringan dasar, yaitu jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf. Pada tumbuhan ada jaringan epidermis (pelindung), jaringan parenkim (dasar), jaringan penyokong (penguat), dan jaringan pengangkut (terdiri dari xilem dan floem). Masing-masing dari jaringan tersebut memunyai fungsi yang berbeda, dan ingat konsepnya bahwa fungsi jaringan yang berbeda dikarenakan sel penyusunnya juga berbeda.

          Organ
          Kita sudah mengenal empat jaringan dasar pada manusia, maupun tumbuhan, di mana jaringan tersebut memunyai fungsi yang berbeda-beda, namun keempat dari jaringan dasar tersebut akan membentuk satu kesatuan fungsi yang sama yang disebut dengan organ. Ingat konsep yang akan saya berikan "Semua organ pada manusia (Jantung, mata, ginjal, hidung, lambung, paru-paru, dan lainnya) tersusun dari empat jaringan dasar (epitel, ikat, otot, dan syaraf)". Lalu apa yang membuat empat jaringan dasar yang sama (epitel, ikat, otot, dan syaraf) berubah menjadi organ yang berbeda fungsi dan bentuknya?, memang benar semua jaringan dasar pada organ itu sama, tapi penyusunnya tetap berbeda disesuaikan dengan fungsinya, misalnya jaringan epitel, jaringan epitel penyusun organ jantung dengan organ lambung tidak sama, karena jaringan epitel juga banyak jenisnya tergantung dari sel penyusunnya. Untuk memudahkannya kita ambil contoh seperti ini, dalam membangun semua rumah kita membutuhkan bahan dasar yaitu batu bata, pasir, semen dan genting, tapi setelah dibangun tidak semua rumah memunyai bentuk yang sama bukan? ada faktor-faktor yang memengaruhi sehingga bentuknya tidak sama, bisa dari jumlah bahan dasar yang digunakan ataupun jenis bahan dasar yang berbeda, misal semennya berbeda, batu batanya berbeda dan lainnya. Sama seperti organ, organ memang disusun dari empat jaringan dasar yang sama, tapi masing-masing jaringan juga banyak jenisnya tergantung dari sel penyusunnnya. Mari kita lihat gambar di bawah ini agar lebih mudah memahami kalimat-kalimat di atas.


          Jaringan penyusun organ tangan
          Nah di atas saya sudah berikan kedua gambar organ yang berbeda, tetapi keduanya tersusun oleh empat jaringan dasar yang sama (epitel, ikat, otot, dan saraf), tetapi coba perhatikan bentuk dari jaringan tersebut, meskipun namanya sama, apakah bentuknya sama? tidak bukan, hal itu dikarenakan sel penyusunnya memunyai bentuk yang berbeda, lihat pada gambar organ lambung, jaringan epitel tersusun dari kumpulan sel-sel yang memanjang ke atas, sedangkan epitel pada organ lambung sel penyusunnya berbentuk tidak beraturan dan menumpuk (berlapis-lapis).

          Sistem Organ
          Sistem organ adalah bentuk kerjasama antarorgan untuk melakukan fungsi-fungsi yang lebih kompleks (rumit) di dalam tubuh. Berbagai macam sistem organ pada manusia akan saya berikan melalui gambar di bawah ini;

          Sistem Pencernaan pada Manusia beserta organ penyusunnya
          Sistem Pernafasan pada Manusia beserta organ penyusunnya
          Sistem Gerak pada Manusia beserta organ penyusunnya


          Sistem Peredaran Darah pada Manusia beserta organ penyusunnya

          Sistem Eksresi pada Manusia beserta organ penyusunnya
          Sistem Reproduksi pada Manusia beserta organ penyusunnya
          Organisme, Populasi, Komunitas, Ekosistem, dan Bioma
          Kumpulan dari berbagai sistem organ yang berfungsi secara sinergis, atau dapat juga disebut individu makhluk hidup, individu/organisme yang berkumpul dengan ciri-ciri yang sama disebut populasi, contoh populasi ayam, populasi manusia. Populasi-populasi yang berkumpul di dalam satu tempat hidup yang sama di sebut komunitas, contoh: komunitas terumbu karang, dalam komunitas tersebut terdapat beberapa populasi seperti populasi ikan, populasi plankton), komunitas yang mengadakan interaksi dengan lingkungannya disebut ekosistem, ekosistem-ekosistem yang berada dalam letak geografis yang sama membentuk bioma.

          Demikian artikel mengenai Struktur Organisasi Kehidupan, agar kalian lebih mudah memahami dan memelajarinya, sebaiknya buatlah rangkuman dengan cara membuat point untuk menyimpulkan tiap-tiap pokok bahasan, semoga bermanfaat. 
          Share:

          Minggu, 05 April 2015

          Klasifikasi Makhluk Hidup| Bahan Ajar Kelas VII

          Klasifikasi makhluk hidup| Dalam dunia ini terdapat berjuta-juta makhluk hidup (organisme) yang diciptakan Allah SWT, tentunya makhluk hidup tersebut sangatlah beranekaragam jenisnya. Jika kita ingin memelajari satu-persatu organisme tersebut mungkin dengan umur manusia yang pendek inipun tidak akan sanggup untuk memelajarinya. Oleh karena itu para ahli memutuskan untuk melakukan pengelompokkan organisme berdasarkan persamaan/perbedaan ciri-ciri yang dimilikinya, sistem pengelompokkan ini disebut dengan klasifikasi. Cabang ilmu yang memelajari klasifikasi disebut taksonomi.

          Tujuan dari klasifikasi adalah
          1. Mengelompokkan organisme yang beranekaragam berdasarkan persamaan/perbedaan ciri-ciri yang dimiliki.
          2. Menyederhanakan ruang lingkup/objek studi. 
          3. Mendeskripsikan suatu jenis organisme dari ciri-ciri yang dimiliki, sehingga dapat membedakan dengan jenis organisme lainnya.
          4. Mengetahui hubungan kekerabatan antar organisme.
          5. Memberi nama pada organisme baru yang baru ditemukan.
          Tokoh yang terkenal dalam memopulerkan pengelompokkan antar organisme pada abad-18 adalah Carolus Linnaeus, Carolus Linnaeus adalah ilmuwan Biologi dari Swedia yang memerkenalkan klasifikasi yang didasarkan pada persamaan struktur organisme. Jadi jika ditemukan organisme dengan struktur yang sama maka akan dimasukkan kedalam kelompok yang sama, kemudian dalam satu kelompok tersebut bila ditemukan perbedaan maka dikelompokkan lagi dalam kelompok yang lebih kecil (khusus) begitu seterusnya, sehingga pada masa itu Carolus Linnaeus mengklasifikasi organisme menjadi dua kelompok besar, yaitu Kingdom (Kerajaan) Animalia (Hewan) dan Regnum (Kerajaan untuk tumbuhan) Plantae (Tumbuhan). Kingdom merupakan kelompok terbesar (anggota terbanyak) dalam pengelompokkan makhluk hidup, di bawah kingdom masih terdapat pengelompokkan-pengelompokkan yang lebih kecil (anggota lebih sedikit) yang disebut dengan takson. Tingkatan takson dari yang terbesar sampai ke yang kecil yaitu:

          Tingkat takson makhluk hidup
          Tingkatan takson dari yang tertinggi ke terendah
          Dari gambar tersebut terlihat tingkatan takson seperti membentuk piramida terbalik, maksudnya adalah semakin menuju tingkat takson yang terkecil maka persamaan ciri dari anggota makhluk hidupnya semakin banyak dan jumlah anggotanya semakin sedikit, sedangkan semakin menuju tingkat takson yang terbesar maka persamaan ciri dari anggota makhluk hidupnya akan sedikit dan anggotanya semakin banyak. Jika Anda belum memahami maksud dari penjelasan ini silahkan lihat gambar di bawah ini agar lebih jelas.

          Taksonomi kingdom animalia
          Taksonomi Anjing (Canis familiaris)
          Pada gambar di atas terdapat contoh tingkat takson dari kingdom hingga spesies, jika kita melihat kingdom animalia maka anggota organismenya masih beranekaragam, lalu dikelompokkan lagi dalam takson yang lebih kecil yaitu filum chordata, pada filum chordata anggotanya lebih sedikit dibandingkan dengan kingdom animalia, lalu seterusnya hingga spesies (individu), spesies ini anggotanya hanya Anjing, berarti nama Canis familaris adalah nama ilmiah dari Anjing. 

          Lihat contoh tingkatan takson di bawah ini:

          Nama ilmiah Anjing                         Nama ilmiah Kucing                Nama ilmiah Harimau

          Kingdom : Animalia                         Kingdom : Animalia                Kingdom : Animalia
          Filum       : Chordata                        Filum      : Chordata                Filum      : Chordata
          Kelas       : Mamalia                          Kelas       : Mamalia                Kelas       : Mamalia
          Ordo        : Carnivora                       Ordo        : Carnivora             Ordo       : Carnivora
          Familia    : Canidae                           Familia    : Felidae                   Familia    : Felidae
          Genus      : Canis                              Genus      : Felis                      Genus     : Panthera
          Spesies    : Canis familiaris              Spesies    : Felis catus            Spesies   : Panthera tigris

          Dari contoh di atas dapat diambil beberapa kesimpulan:
          1. Anjing, Kucing dan Harimau memunyai persamaan hingga takson Ordo carnivora.
          2. Kucing dengan Harimau memunyai silsilah/kekerabatan yang dekat dibandingkan dengan Anjing, hal ini dapat dilihat dari tingkat takson Familia yang sama antara Kucing dan Harimau yaitu sama-sama berada pada Familia Felidae. Ingat semakin kecil tingkat taksonnya maka persamaan ciri hewannya akan semakin banyak, jadi antara Kucing dengan Harimau persamaannya lebih banyak dibandingkan Kucing dengan Anjing atau Harimau dengan Anjing.
          3. Untuk menyebut nama ilmiah dari hewan/tumbuhan kita cukup melihat pada tingkat takson spesies, misal Canis familiaris nama ini hanya untuk menyebut hewan Anjing, Felis catus nama ini hanya untuk menyebut hewan Kucing, tidak akan tertukar satu sama lain, karena nama spesies ini adalah identitas diri, jika hewan juga membuat KTP nama spesies inilah yang digunakan, nama ini sama dengan nama yang kita miliki (identitas diri).
          Jika masih sedikit  bingung mari kita perhatikan lagi contoh di bawah ini:

          Nama ilmiah Nangka                           Nama ilmiah Mangga                Nama ilmiah Manggis

          Regnum : Plantae                                Regnum : Plantae                        Regnum : Plantae
          Divisio : Magnoliophyta                    Divisio  : Magnoliophyta            Divisio   : Magnoliophyta 
          Kelas     : Magnoliopsida                     Kelas     : Magnoliopsida            Kelas     : Magnoliopsida
          Ordo      : Rosales                                Ordo      : Sapindales                  Ordo       : Malpighiales
          Familia  : Moraceae                             Familia  : Anacardiaceae             Familia  : Cluseaceae
          Genus    : Artocarpus                          Genus    : Mangifera                    Genus    : Garcinia
          Spesies  : Artocarpus heterophyllus  Spesies  : Mangifera indica         Spesies  : Garcinia mangostana


          Untuk menyimpulkan kekerabatan sama saja caranya seperti contoh yang pertama, di contoh ini yang akan saya tekankan adalah untuk tingkat takson kerajaan pada tumbuhan namanya berbeda dengan dengan kerajaan pada hewan, jika pada kerajaan hewan adalah Kindom, maka untuk kerajaan tumbuhan adalah Regnum, lalu untuk tingkat takson di bawah kerajaan jika pada hewan kita menyebutnya Filum, maka pada tumbuhan kita menyebutya Divisio. Untuk tingkatan dibawahnya baik hewan maupun tumbuhan sama, yaitu Kelas, Ordo (bangsa), Familia (suku), Genus (marga), dan Spesies (jenis).

          Pemberian nama pada makhluk hidup tidak sembarangan dilakukan, terdapat tata cara penamaan dalam mengklasifikasi makhluk hidup yang disebut Sistem Binomial Nomenklatur (Sistem nama Ganda). Sistem ini memunyai aturan sebagai berikut:
          1. Nama Spesies/species terdiri dari dua kata, kata pertama menunjukkan genus dan kata kedua sebagai penunjuk spesies (sifat spesifikasinya). Contoh : Mangifera indica. Kata Mangifera menunjukkan genus, dan indica menunjukkan jenisnya (spesiesnya)
          2. Huruf awal pada kata pertama ditulis dengan huruf kapital, dan huruf pada kata kedua ditulis dengan huruf kecil. Contoh : Garcinia mangostana, Zea mays, Felis tigris.
          3. Menggunakan bahasa latin/ilmiah atau bahasa yang dilatinkan dengan dicetak miring atau digaris bawah (pilih salah satu). Contoh: Jagung dilatinkan menjadi Zea mays.
          4. Jika terdapat nama spesies tumbuhan lebih dari dua kata, kata kedua dan berikutnya harus digabung dan diberi tanda penghubung. Contoh : Hibiscus rosa-sinensis (Bunga sepatu).
          5. Jika nama spesies hewan terdiri atas tiga kata, kata ketiga bukanlah nama spesies melainkan nama subspesies (anak jenis) yaitu nama di bawah takson spesies.
          6. Nama spesies biasanya terdapat inisial dari nama orang yang memberi nama spesies tersebut. Contoh : Zea mays L. huruf L di belakang kata mays merupakan inisial dari Linnaeus, inisial tidak dicetak miring maupun garis bawah (L dan L).
          Alasan penggunaan bahasa latin adalah agar tidak terjadi salah makna dalam menyebut nama dari makhluk hidup, misal untuk menyebut mangga, orang inggris menyebutnya mango, suku jawa menyebutnya pelem. Jika menggunakan satu bahasa yang bersifat internasional maka semuanya akan mengetahui makna dari kata yang sama, dengan menyebut Mangifera indica semua akan tahu jika yang dimaksud adalah mangga.

          Tingkat takson terbesar hingga terkecil
          Tingkat takson dalam Dunia Tumbuhan
          Sebenarnya masih banyak tingkat takson di bawah tingkat spesies, namun dalam penamaan ilmiah biasanya dan lazimnya hanya digunakan sampai tingkat spesies saja.

          Seiring berkembangnya teknologi pada abad ke-19 sistem pengklasifikasianpun semakin maju, tidak hanya dilihat dari struktur persamaan dan perbedaan saja, namun sudah sampai pada tingkat sel. Pada saat itu ekolog tanaman dari Amerika Serikat bernama Robert Harding Whittaker mengusulkan untuk sistem pengklasifikasian Lima Kerajaan (Five Kingdom), sistem ini banyak didukung oleh para ahli sehingga usul pengklasifikasian Lima Kerajaan ini disetujui, sistem ini membagi makhluk hidup ke dalam lima kerajaan yang berbeda, yaitu Animalia (Hewan), Plantae (Tumbuhan), Fungi (Jamur), Monera, dan Protista.


          Klasifikasi Makhluk Hidup lima kingdom
          Sistem klasifikasi R.H. Whittaker (Five Kingdom)
          Demikian artikel mengenai klasifikasi Makhluk Hidup, semoga bermanfaat.
            Share:

            Definition List

            Unordered List

            Support