Blog buat belajar

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Sistem Gerak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Gerak. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Mei 2015

6 Contoh Gangguan-gangguan (Kelainan dan Penyakit) pada Sistem Gerak dan Cara Mengobatinya

6 Contoh Gangguan-gangguan (Kelainan dan Penyakit) pada Sistem Gerak| Sistem gerak dapat mengalami gangguan atau kelainan. Kelainan pada sistem gerak dapat terjadi karena beberapa hal, seperti bawaan lahir, kekurangan vitamin, atau dapat juga akibat kecelakaan. Berikut adalah 10 contoh gangguan pada sistem gerak:
  • Hypophosphatemic Rickets. Hypophosphatemic Rickets merupakan gangguan dimana tulang menjadi terasa agak menyakitkan dan mudah bengkok karena darah mengandung kadar posfat rendah. Kelainan ini dapat dilihat secara kasat mata, yaitu terlihat dari kaki yang berbentuk seperti huruf O dan huruf X. Gangguan ini tergolong langka dan bersifat menurun melalui gen dominan yang dibawa oleh kromosom X. Tulang dalam pertumbuhannya  membutuhkan posfat, kekurangan posfat akan menyebabkan pertumbuhan pada tulang menjadi tidak sempurna. 

    Penurunan penyakit hypophosphatemic rickets
       
      Gejala penyakit hypophosphatemic rickets yaitu terjadinya pembengkokan pada lengan dan kelainan bentuk pada tulang lainnya, nyeri tulang, dan tubuh yang pendek. Tulang juga dapat menjadi lebih besar saat otot menempel pada ujung tulang sehingga dapat membatasi gerakan persendian. Gejala ini mulai nampak pada tahun pertama setelah kelahiran. Sebaiknya jika bayi menampakkan gejala tersebut orang tua tanggap dengan mengkonsultasikan kepada dokter, jika diperlukan untuk memastikan apakah gejala tersebut merupakan gejala dari penyakit hypophosphatemic rickets maka lakukan tes laboratorium, jika hasil menunjukkan bahwa kadar kalsium dalam darah normal namun kadar posfat rendah maka dapat dipastikan bahwa penyakit tersebut adalah hypophosphatemic rickets.  
       
    hypophosphatemic rickets
    Penderita penyakit hypophosphatemic rickets
       
      Cara mengobati penyakit hypophosphatemic rickets yaitu dengan meningkatkan kadar posfat di dalam darah, dimana akan meningkatkan bentuk tulang normal. Posfat bisa digunakan melalui mulut dan harus dikombinasikan dengan calcitriol (bentuk aktif dari vitamin D). Menggunakan Vitamin D tunggal tidak mencukupi. Jumlah posfat dan calcitriol harus disesuaikan dengan hati-hati karena pengobatan ini seringkali menyebabkan kalsium kadar tinggi di dalam darah, penumpukan kalsium pada jaringan ginjal, atau batu ginjal. Efek ini bisa membahayakan ginjal dan jaringan lain. 
       
    • Osteoporosis. Osteoporosis adalah suatu keadaan di mana proses penghancuran tulang lebih cepat dibandingkan dengan proses pembentukan tulang. Akibatnya tulang menjadi keropos karena tulang kekurangan kalsium. Penyakit ini kebanyakan diderita oleh orang yang lanjut usia, terutama wanita. Penyakit Osteoporosis dibedakan menjadi lokal dan umum. Osteoporosis lokal dapat karena kelainan primer di tulang atau sekunder akibat imobilisasi  (kondisi keterbatasan gerak) anggota gerak dalam waktu yang lama. Osteoporosis umum dibagi menjadi osteoporosis umum primer dan sekunder. Osteoporosis primer tipe I dihubungkan pasca menopause, berkisar usia 50-75 tahun, untuk wanita penderita penyakit ini 6 hingga 8 kali lebih banyak dibandingkan pria, hal ini disebabkan karena kadar hormon estrogen dalam tubuh menurun dan juga menurunnya penyerapan kalsium. Osteoporosis umum primer tipe II terjadi pada usia 75-85 tahun, penderita wanita dua kali lebih banyak daripada pria , hal ini disebabkan proses penuaan dan penurunan penyerapan kalsium. Osteoporosis umum sekunder dihubungkan dengan berbagai penyakit yang berakibat pada kelainan tulang, bisa diakibatkan penggunaan obat atau lainnya.  Penyakit osteoporosis dapat dicegah dengan memaksimalkan massa tulang selama usia pertumbuhan, hindari faktor-faktor yang dapat menyebabkan osteoporosis, rajin berolahraga, menerapkan gaya hidup sehat, tidak merokok, tidak konsumsi alkohol, tidak diet yang rendah kalsium. Untuk yang sudah mendapati usia menopause dianjurkan untuk olahraga, mengkonsumsi makan dan minuman yang banyak mengandung kalsium. Massa tulang dapat diukur dengan keakuratan mencapai 88-99% menggunakan "Bone Densitometer". Untuk pengobatan osteoporosis, carilah pengobatan yang bertujuan untu meningkatkan massa tulang, konsumsi kalsium, vitamin D, hormon estrogen pengganti (untuk wanita), kalsitonin, kalsitriol dan sebagainya dengan anjuran dokter.

      Perbandingan kondisi tulang yang normal dengan osteoporosis
      Osteoporosis

        • Rheumatoid Arthritis. Rheumatoid arthritis adalah gangguan yang disebabkan oleh peradangan pada membran sinovial. Radang itu dapat meluas sampai ke kartilago artikular (kartilago yang melapisi perendian). Jika penyakit ini memburuk dapat menyebabkan kerusakan tulang, bahkan persendian dapat terlepas. Penyakit ini dapat menimbulkan rasa sakit yang sangat hebat, dan kerusakan yang dapat ditimbulkan bersifat permanen. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, dalam artian tidak dapat dikembalikan seperti sedia kala, pengobatan yang dilakukan biasanya cenderung untuk menghilangkan rasa sakit.

          Penderita Rheumatoid arthritis

          Penderita Rheumatoid arthritis

          • Kelainan Tulang Akibat Hormonal. Tulang tumbuh memanjang karena rangsangan dari hormon pertumbuhan seperti hormon tiroksin. Hormon Tiroksin akan merangsang metabolisme kalsium yang berakibat pada pertumbuhan memanjang ujung tulang pipa (epifiseal). Jika produsi hormon tersebut terganggu/kurang, maka akan memengaruhi pertumbuhan sehingga tulang tetap pendek. Keadaan ini menyebabkan pertumbuhan tinggi badan yang terhambat atau kerdil. Kelainan ini juga disebut sebagai kretinisme. Jika produksi hormon berlebihan, pemanjangan tulang juga akan tidak normal, sehingga tulang lebih panjang dari sewajarnya. Pemanjangan tulang yang tidak normal ini menyebabkan pertumbuhan raksasa atau yang disebut juga dengan gigantisme. Kelainan tulang akibat hormonal sulit di atasai dan tidak dapat disembuhkan.


          Kretinisme
          Gigantisme
          • Patah Tulang (Fraktura). Retak atau patah tulang dapat terjadi karena suatu benturan atau tekanan yang terlalu keras, selain penyebab tersebut, patah tulang dapat juga terjadi akibat kecelakaan. Tulang yang retak atau patah dapat sembuh kembali, karena tulang dapat membentuk jaringan baru untuk memerbaiki jaringan yang telah rusak. Oleh karena itu, penderita patah tulang, terutama jika usianya masih muda akan lebih cepat sembuh kembali, tetapi jika sambungan tulang yang patah tersebut tidak baik, maka bentuknya juga akan menjadi tidak sempurna dan terlihat cacat. Perlu penanganan yang tepat agar tulang yang patah dapat tersambung kembali dengan baik.

          Tipe-tipe Patah Tulang (Fraktura)
          • Penyakit Tulang Akibat Kebiasaan Posisi Duduk yang Salah. Posisi duduk yang salah dapat mengakibatkan pertumbuhan posisi tulang seorang mengalami kelainan. Kelainan tulang ini dapat terjadi karena kebiasaan posisi duduk yang salah. Contoh kelainan tersebut yaitu kifosis, lordosis, dan skoliosis. Kifosis adalah kelainan pada tulang belakang melengkung ke belakang, sehingga tubuh menjadi bungkuk. Lordosis merupakan kelainan pada tulang belakang bagian perut melengkung ke depan, sehingga bagian perut menjadi maju. Skoliosis adalah kelainan pada tulang belakang melengkung ke arah samping, sehingga tubuh ikut menjadi melengkung ke samping. Penyakit ini dapat dicegah dengan cara membenarkan sikap duduk yang benar, agar pertumbuhan dan bentuk tulang tetap baik dan teratur.
          Penyakit Tulang Akibat Kebiasaan Posisi Duduk yang Salah (Skoliosis, Kifosis, Lordosis
          Demikian artikel mengenai contoh-contoh penyakit dan gangguan pada sistem gerak manusia, semoga bermanfaat. Silahkan Like dan Share kepada teman lainnya.
          Share:

          Sabtu, 02 Mei 2015

          Cara Kerja Otot Rangka

          Cara Kerja Otot| Kontraksi otot di awali ketika terdapat impuls saraf yang sampai ke otot. Jika suatu serabut saraf mendapatkan rangsangan maka serabut otot akan mereaksi semuanya, artinya otot berkontraksi atau tidak berkontraksi. Tenaga yang dihasilkan atau digunakan untuk berkontraksinya suatu otot ditentukan oleh banyaknya serabut otot yang dirangsang, semakin banyak serabut otot yang dirangsang dan terlibat maka makin besar juga tenaga yang dihasilkan. Contohnya ketika kita melakukan gerakan mengangkat beban yang berat, dalam hal ini tenaga yang dibutuhkan otot untuk melakukan fungsi kerjanya membutuhkan tenaga yang banyak, artinya membutuhkan keterlibatan serabut otot yang banyak untuk dirangsang, sebaliknya jika kita melakukan gerakan ringan seperti berjabat tangan maka dalam hal ini otot dalam melakukan fungsi kerjanya tidak perlu menggunakan tenaga yang banyak, artinya hanya butuh sedikit rangsangan ke serabut otot untuk melakukan gerakan yang ringan.
          Jika suatu otot rangka berkontraksi maka otot itu akan menarik tulang di dekat persendian. Otot berkontraksi sama artinya dengan memendek, pada saat memendek maka bagian tengah otot akan menggembung dan mengeras. Sebaliknya, jika otot berelaksasi maka otot akan memanjang, dan bagian tengahnya akan memipih dan melembek.

          Untuk memermudah penjelasan di atas, coba angkat tangan kalian ke atas dengan kepalan mengarah ke bahu, kemudian turunkan tangan ke bawah, dan rabalah di tempat yang sama, rasakanlah perbedaannya. Otot yang tadi di raba adalah otot bisep. Otot bisep adalah otot yang memunyai dua ujung yang melekat pada tulang. Pada otot bisep lengan atas, ujung otot yang satu dihubungkan ke lengan bawah oleh tendon, sedangkan ujung lainnya ke tulang bahu. Ketika otot berkontraksi, maka lengan bawah akan terangkat, sedangkan tulang bahu tetap di tempatnya. Tempat melekatnya otot pada tulang yang bergerak, yaitu tulang lengan bawah disebut dengan insersi. Sedangkan tempat melkatnya otot yang diam, yaitu tulang bahu disebut dengan asal atau origin.

          Otot Bisep dan Trisep bekerja secara antagonis

          Sebagian besar otot berpasangan, bekerja secara berlawanan. Pada pasangan otot, jika otot satu mengangkat suatu tulang, maka otot lain berfungsi menurunkannya. Pasangan otot yang bekerja secara berlawanan disebut dengan antagonis. Misalnya otot bisep dan otot trisep, ketika otot bisep membengkokkan tangan maka otot trisep pada bagian belakang akan meluruskan tangan.

          Share:

          Sistem Otot pada Manusia| Bahan Ajar Kelas VIII

          Sistem Otot| Otot memegang peranan yang penting di dalam sistem gerak, otot merupakan alat gerak aktif yang berfungsi untuk menggerakkan bagian-bagian tubuh. Otot merupakan jaringan yang bersifat elastis, terdiri dari sel-sel yang disebut dengan serabut otot (lebih dari 600 otot tubuh merupakan 40% dari bobot tubuh kita). Tanpa otot, tulang dan sendimu tidak memiliki kekuatan untuk bergerak.
          Berdasarkan cara bekerja otot, otot dibedakan menjadi otot sadar dan otot tidak sadar. Otot sadar adalah otot yang dalam fungsi kerjanya dapat di kontrol, misalnya otot tangan dan kakimu, serta otot-otot pada muka, dalam menggerakkannya tentu kalian dapat melakukannya secara sadar. Otot tak sadar adalah otot yang dalam fungsi kerjanya tidak bisa di kontrol secara sadar, misalnya otot-otot pada organ-organ dalam seperti  otot-otot pada organ sistem pencernaan, makanan yang kalian makan dapat bergerak menuju ke usus karena akibat otot tak sadar, otot ini bekerja sepanjang hari tanpa di kontrol melalui kesadaran, seandainya otot-otot dalam organ dalam seperti lambung dan usus harus di kontrol secara sadar maka ketika tidur lambung dan usus kita akan berhenti bekerja. Begitu indahnya ciptaan Allah SWT yang menciptakan segala makhluk dengan sempurna.

          Berdasarkan sel-sel penyusunnya otot dibagi menjadi 3 macam, yaitu:  otot polos, otot lurik, dan juga otot jantung.
          • Otot Polos. Otot polos berbentuk gelendong dengan kedua ujung yang meruncing, sedangkan bagian tengahnya membesar. Otot polos tergolong otot tidak sadar, terdapat pada dinding lambung, usus halus, rahim, kantung empedu, pembuluh darah, paru-paru, dan lainnya. Otot polos bekerja secara lambat, teratur, dan tidak mudah lelah.
          • Otot Lurik. Otot lurik adalah otot yang jumlahnya paling banyak di dalam tubuh, jika di lihat di bawah mikroskop, sel-sel otot lurik/rangka ini terlihat berlurik-lurik atau bergaris-garis secara melintang, otot lurik/rangka melekat pada tulang dengan perantaraan tendon. Tendon yaitu pita tebal, berserabut , yang berfungsi untuk melekatkan otot pada tulang. Jika kita memakan daging ayam, ataupun daging lainnya, sebenarnya yang kita makan adalah otot lurik. Otot ini bekerja secara sadar, fungsi kerja otot lurik dapat kita kontrol, misalnya dengan adanya otot lurik yang bekerja secara sadar kita dapat menentukan kapan berjalan dan kapan diam, otot lurik/rangka cenderung cepat berkontraksi dan juga cepat lelah.
          • Otot Jantung. Otot jantung hanya terdapat di jantung, otot ini juga tergolong otot tidak sadar, jika dilihat di bawah mikroskop sel-sel penyusun otot jantung memunyai garis-garis seperti halnya pada otot lurik/rangka, namun bedanya adalah sel-sel pada otot jantung bercabang dan bekerja secara tidak sadar, otot jantung bekerja secara teratur dan tidak mudah lelah. Otot jantung berkontraksi sekitar 70 kali per menit sepanjang hidup kita, otot jantung berkontraksi pada saat jantung telah berdenyut. Otot ini tidak dapat dikontrol oleh kemauan sadar kita, meskipun kita berpura-pura mati dengan behenti bernafas sejenakpun jantung kita akan tetap berdenyut/berkontraksi.
          otot jantung, otot rangka, otot lurik
          Otot Jantung, Otot Rangka/Lurik, Otot Polos
          Perbedaan pada ketiga jenis otot pada Manusia ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

          Perbedaan otot lurik. otot rangka, dan otot jantung

            Demikian artikel mengenai Sistem Otot pada Manusia, baca juga mengenai Macam-macam tulang pada Manusia, dan macam-macam persendian agar kalian lebih memahami mengenai sistem gerak pada manusia. Semoga artikel ini bermanfaat, terima kasih.
            Share:

            Jumat, 24 April 2015

            Hubungan Antartulang| Persendian| Bahan Ajar Kelas VIII

            Persendian| Tulang-tulang yang menyusun kerangka berhubungan antara yang satu dengan yang lain, hubungan ini ada yang menghasilkan pergerakan dan ada yang tidak, dan hubungan antar tulang tersebut disebut persendian. Berdasarkan sifat pergerakan dari persendian, maka sendi dibedakan menjadi sendi mati (sinartrosis), sendi kaku (amfiartrosis), dan sendi gerak (diartrosis).
            • Sendi Mati (Sinartrosis)
            • Sendi Mati adalah hubungan antartulang yang tidak memungkinkan terjadinya suatu gerakan. Contoh: persendian tulang penyusun tengkorak, tulang-tulang tengkorak direkatkan oleh sedikit jaringan ikat.
              Sendi Mati pada tulang penyusun tengkorak
            • Sendi Kaku (Amfiartrosis)
            • Sendi Kaku adalah hubungan antartulang yang memungkinkan terjadinya suatu gerakan, namun gerakan tersebut terbatas atau hanya terjadi sedikit gerakan. Contoh: persendian pada tulang-tulang pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan ruas-ruas tulang belakang.
            Sendi Kaku pada ruas-ruas tulang belakang

            • Sendi Gerak (Diartrosis)
            • Sendi Gerak adalah hubungan antartulang yang memungkinkan melakukan pergerakan secara leluasa. Persendian ini ditopang oleh ligamen yang mengikat tulang agar dapat bergerak bebas. Masing-masing ujung tulang yang saling bersambungan dilapisi oleh tulang rawan. Tulang rawan tersebut dilengkapi dengan selaput antartulang yang berisi cairan pelumas. Cairan pelumas berfungsi mencegah terjadinya gesekan langsung antartulang. 
              Berdasarkan arah geraknya, sendi gerak dibedakan menjadi sendi engsel, sendi pelana, sendi peluru, dan sendi putar.
              1. Sendi Engsel. Sendi Engsel adalah Sendi yang memugkinkan gerakan satu arah (seperti engsel pintu yang bergerak membuka/menutup). Contoh: Sendi pada siku dan lutut.
              2. Sendi Pelana. Sendi Pelana adalah sendi yang dapat bergerak ke empat arah, yaitu depan, belakang, samping kanan, dan samping kiri. Contoh: Sendi pada ibu jari. 
              3. Sendi Peluru. Sendi Peluru adalah sendi yang dapat bergerak ke segala penjuru. Ujung tulang yang bergerak berupa bonggol bulat yang masuk dalam ujung tulang tetap yang berbentuk cekungan. Contoh: Sendi pada pangkal lengan. 
              4. Sendi Putar. Sendi Putar adalah sendi yang dapat melakukan gerakan memutar. Contoh: sendi pada tulang pengumpil dan tulang hasta.
            Demikian artikel mengenai Persendian, semoga bermanfaat. Jika bermanfaat silahkan share ke teman-teman Anda, jika ingin bertanya silahkan comment pada kolom yang disediakan, jangan lupa join blog ini. Baca juga artikel sistem gerak lainnya.
            Share:

            Rabu, 22 April 2015

            Macam-Macam Jenis dan Bentuk Tulang| Bahan Ajar Kelas VIII

            Macam-Macam Jenis dan Bentuk Tulang| Sebelumnya kita telah membaca mengenai Sistem Gerak Pada Manusia dan pada artikel kali ini kita akan mengenal macam-macam jenis dan bentuk tulang pada manusia. 

            Tulang berdasarkan jaringan penyusunnya dibedakan menjadi tulang rawan dan tulang keras. Tulang rawan adalah tulang yang terbentuk dari jaringan tulang rawan yang mengandung banyak zat perekat (kolagen) dan sedikit zat kapurnya, sehingga tulang rawan bersifat elastis. Tulang rawan banyak dijumpai pada persendian, telinga, hidung, bagian dalam trakea, dan ruas-ruas tulang belakang. Tulang rawan dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu tulang rawan hialin, tulang rawan fibrosa, dan tulang rawan elastik.

            Tulang keras adalah tulang yang terbentuk dari jaringan tulang keras yang mengandung sedikit zat perekat (kolagen) dan banyak mengandung zat kapur, sehingga tulang menjadi keras. Di dalam susunan sel-sel tulang terdapat saluran havers dan sel-sel tulang (osteosit) yang seperti lingkaran berlapis-lapis. 

            tulang rawan dan tulang sejati pada manusia
            Struktur Tulang
             

            Berdasarkan bentuknya, tulang dibedakan menjadi tiga, yaitu tulang pipa, tulang pipih, dan tulang pendek.

            • Tulang Pipa. Tulang Pipa adalah tulang yang berbentuk seperti pipa, tulang pipa sering disebut dengan tulang panjang. Seperti namanya, tulang pipa berbentuk bulat memanjang seperti pipa dengan bagian ujung berbonggol. Bagian yang berbonggol merupakan tulang spons karena berongga seperti spons. Tulang spons berisi sumsum merah tulang, sumsum merah tulang merupakan tempat produksi sel-sel darah merah. Bagian tengah tulang pipa berisi jaringan lemak (sumsum kuning). Beberapa contoh tulang kering, tulang betis, tulang paha,dan tulang hasta.
            • Tulang Pipih. Tulang Pipih adalah tulang yang berbentuk pipih atau gepeng. Bagian dalam tulang pipih tidak berongga melainkan pejal. Di bawah bagian tulang kompak (tulang keras) juga terdapat tulang spons yang berisi sumsum merah tulang. Contoh tulang pipih antara lain tulang rusuk, tengkorak, tulang dada, dan tulang belikat.
            • Tulang Pendek. Tulang Pendek adalah tulang yang pendek dan berisi sumsum merah. Tulang pendek termasuk tulang pejal karena bagian dalamnya tidak berongga. Tulang pendek umumnya membentuk ruas-ruas tulang. Misalnya, ruas-ruas tulang belakang, ruas-ruas pergelangan tangan, ruas-ruas jari tangan, dan ruas-ruas jari kaki.
            a) contoh tulang pipa, b) contoh tulang pipih, c) contoh tulang pendek
            Demikian artikel mengenai macam-macam jenis dan bentuk tulang, semoga bermanfaat. Baca juga artikel mengenai sistem gerak lainnya. 
            Share:

            Jumat, 10 April 2015

            Sistem Gerak Pada Manusia| Bahan Ajar Kelas VIII

            Sistem Gerak Pada Manusia| Pada kelas VII kita sudah pernah belajar mengenai struktur organisasi kehidupan, dalam struktur organisasi kehidupan, sel merupakan unit terkecil penyusun kehidupan, kumpulan dari sel-sel yang memunyai bentuk dan fungsi yang sama akan membentuk jaringan, kelompok jaringan yang membentuk fungsi tertentu akan membentuk organ, organ-organ yang bekerjasama dalam fungsi kerja yang lebih kompleks/rumit disebut sistem organ, kumpulan sistem organ yang menjalankan fungsinya masing-masing akan membetuk organisme. Jika kita akan membahas mengenai sistem gerak, berarti kita akan membahas mengenai organ-organ yang tergabung dalam sistem gerak, untuk membahasnya lebih lanjut, mari kita belajar bersama-sama pada artikel ini.
            Bergerak merupakan ciri-ciri dari makhluk hidup, manusia dapat melakukan berbagai gerakan karena memiliki alat gerak, alat gerak pada manusia dibedakan menjadi alat gerak pasif dan alat gerak aktif. Alat gerak pasif pada manusia yaitu tulang, dan alat gerak aktif pada manusia yaitu otot. Untuk melakukan sebuah gerakan maka tulang harus bekerja sama dengan otot, karena tulang tanpa otot tidak akan dapat digerakkan, sedangkan otot sebagai penggerak aktif jika tidak ada tulang sebagai rangka maka tidak akan terjadi gerakkan.

            Tubuh manusia tersusun dari tulang-tulang yang membentuk rangka (sistem gerak). Fungsi rangka yaitu:
            1. Memberi bentuk dan mendukung tubuh
            2. Melindungi organ dalam seperti otak, jantung, paru-paru
            3. Sebagai tempat melekatnya otot, pelekatan otot pada tulang akan memungkinkan terjadinya gerakan
            4. Penghasil sel darah merah (beberapa tulang)
            5. Tempat utama menyimpan mineral seperti kalsium dan fosfor yang membuat tulang menjadi keras

              Rangka manusia secara garis besar dikelompokkan menjadi tiga berdasarkan letaknya, yaitu rangka tengkorak, rangka tubuh, dan rangka anggota gerak.
                • Rangka Tengkorak. Rangka tengkorak tersusun dari tulang-tulang penyusun kepala, umumnya tulang-tulang ini berbentuk pipih. Rangka tengkorak berfungsi sebagai pemberi bentuk kepala dan melindungi organ seperti mata dan otak. Rangkat tengkorak terdiri dari tulang dahi, tulang ubun-ubun (parietal), tulang kepala belakang (occipital/osipital), tulang pelipis (temporal), tulang baji (sphenoid), tulang pipi (zygomatic/zigomatik), tulang rahang bawah (mandible/mandibula), tulang rahang atas (maxilla/maksila), dan tulang hidung (nasal). Untuk lebih jelasnya lihat gambar di  bawah ini:
                Rangka tengkorak dan tulang-tulang penyusunnya
                Rangka tengkorak dan tulang-tulang penyusunnya

                Nama ilmiah rangka tengkorak dan tulang-tulang penyusunnya
                Nama ilmiah tulang-tulang penyusun rangka tengkorak
                • Rangka Tubuh. Rangka tubuh disusun oleh tulang belakang, tulang dada, tulang rusuk, gelang bahu, dan gelang panggul. Tulang-tulang tersebut menjadi kesatuan yang membentuk rangka tubuh yang melindungi organ seperti jantung, paru-paru, ginjal, dan organ lainnya.
                          1. Tulang Belakang (columna vertebralis). Tulang belakang tersusun atas ruas-ruas tulang   
                              yang fleksibel namun kuat, tulang belakang tersusun atas 33 ruas, yaitu 7 ruas tulang leher 
                              (cervical), 12 ruas tulang punggung (thoraks/thorax), 5 ruas tulang pinggang (lumbar), 
                              5 ruas tulang kelangkang (sacrum), dan 4  ruas tulang ekor (coccyx). 
                Tulang belakang (columna vertebralis)
                Tulang belakang
                          2. Tulang Rusuk (costa). Tulang rusuk terdiri dari 24 buah atau 12 pasang, tulang rusuk 
                              berfungsi sebagai pelindung organ-organ dalam seperti paru-paru dan jantung. Tulang rusuk 
                              manusia terdiri atas 7 pasang tulang rusuk sejati (costa vera) , 3 pasang rusuk palsu (costa 
                              spuria), dan 2 pasang rusuk melayang (costa fluctuantes).

                          3. Tulang Dada (sternum). Tulang dada terletak tepat di tengah-tengah dada, terdiri dari 3 
                              bagian, yaitu bagian hulu (manubrium sterni), badan (korpus sterni), dan taju pedang
                              (prosesus xyphoideus). Bagian hulu berhubungan dengan tulang selangka, bagian badan 
                              berhubungan dengan tulang rusuk, sedangkan taju pedang terlihat sebagai tonjolan pada 
                              dada bagian bawah.

                Tulang belakang, tulang dada, dan tulang rusuk pada manusia
                Tulang belakang, tulang dada, dan tulang rusuk pada manusia
                         4. Tulang Gelang Bahu. Tulang gelang bahu terdiri atas tulang selangka (klavikula) dan tulang 
                             belikat (skapikula). Tulang selangka berjumlah dua buah, dan berfungsi sebagai penghubung 
                             bahu dengan tulang dada bagian hulu. Tulang belikat berjumlah satu pasang, berbentuk pipih 
                             dan membentuk segitiga.
                Tulang gelang bahu
                Tulang Gelang Bahu
                          5. Tulang Gelang Panggung. Tulang gelang panggul terdiri atas dua buah tulang usus (ilium),
                              dua buah tulang duduk (iscium), dua buah tulang kemaluan (pubis). Tulang-tulang
                              tersebut berhubungan erat membentuk lingkaran yang berlubang.

                Tulang gelang panggul
                Tulang Gelang Panggul
                • Rangka Anggota Gerak. Tulang-tulang penyusun anggota gerak memungkinkan gerak yang lebih bebas dibandingkan dengan tulang-tulang yang lain. Hal ini sesuai dengan fungsinya untuk melakukan gerakan. Anggota gerak menurut letaknya dibedakan menjadi dua, yaitu anggota gerak bagian atas dan anggota gerak bagian bawah.
                          1. Tulang Gerak Bagian Atas. Anggota tulang gerak atas terdiri dari beberapa tulang yang 
                               terangkai membentuk tangan. Tulang-tulang tersebut yaitu:
                               a. Tulang lengan atas (humerus), terdapat dua buah yaitu kiri dan kanan.
                               b. Tulang hasta (ulna), tulang yang searah dengan jari kelingking, ada 2 buah (kiri, kanan)
                               c. Tulang pengumpil (radius), tulang yang searah dengan ibu jari, ada 2 buah (kiri, kanan)
                               d. Tulang pergelangan tangan (karpal),  ada dua buah (kiri dan kanan)
                               e. Tulang telapak tangan (metakarpal),  ada dua buah (kiri dan kanan)
                               f. Tulang jari tangan (falanges), ada dua buah (kiri dan kanan), masing-masing terdiri atas 
                                   14 ruas tulang, dengan masing-masing jari memiliki 3 ruas kecuali ibu jari yang hanya 
                                   memiliki 2 ruas.
                          2. Tulang Gerak Bagian Bawah. Anggota tulang gerak atas terdiri dari beberapa tulang 
                              yang terangkai membentuk kaki. Tulang-tulang tersebut yaitu:
                              a. Tulang paha (femur), ada dua buah (kanan dan kiri)
                              b. Tulang kering (tibia), ada dua buah (kanan dan kiri), terletak di sebelah depan pada 
                                  tungkai bawah.
                              c. Tulang betis (fibula), ada dua buah (kanan dan kiri), terletak di sebelah belakang pada 
                                  tungkai bawah.
                              d. Tulang tempurung lutut (patela), ada dua buah (kanan dan kiri).
                              e. Tulang pergelangan kaki (tarsal), ada dua buah (kanan dan kiri).
                              f. Tulang telapak kaki (metatarsal), ada dua buah (kanan dan kiri) yang masing-masing       
                                  terdiri dari 5 tulang.
                              g. Tulang jari kaki (falanges), ada dua buah (kiri dan kanan), masing-masing terdiri atas 
                                 14 ruas tulang, dengan masing-masing jari memiliki 3 ruas kecuali ibu jari yang hanya 
                                 memiliki 2 ruas.
                Tulang anggota gerak atas dan bawah

                Demikian artikel mengenai Sistem Gerak pada Manusia, untuk jenis dan bentuk tulang akan saya posting pada artikel berikutnya, semoga bermanfaat.Bersambung ke artikel berikutnya...
                Share:

                Definition List

                Unordered List

                Support