Blog buat belajar

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Fakta Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fakta Unik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Januari 2021

Sejarah Kembang Api yang Kerap Menjadi Simbol Perayaan di Dunia

Hallo Sainers!!
Tahukah kamu??


Saat ini,
kembang api menjadi simbol perayaan hampir di seluruh dunia. Menjelang Hari Raya Idul Fitri, beberapa orang pun menyalakan kembang api untuk menambah keceriaan.  Dilihat dari zaman Tiongkok kuno hingga Dunia Baru, kembang api telah berkembang secara signifikan. Kembang api pertama–berupa petasan mesiu–sangat sederhana dan hanya mengeluarkan suara ‘pop’. Namun versi modernnya kini, dapat membuat berbagai bentuk, suara, dan warna.



Awal mula kembang api

Banyak sejarawan berpikir bahwa kembang api diciptakan di Tiongkok. Menurut American Pyrotechnics Safety and Education Foundation, sekitar A.D 800, ahli kimia di Tiongkok mencampurkan kalium nitrat, sulfur, arang, dan berhasil membuat mesiu mentah. Itu bukan tujuan awal mereka. Para ahli kimia tersebut sebenarnya sedang berusaha menciptakan resep kehidupan abadi. Orang-orang Tiongkok percaya bahwa ledakan bisa mengusir roh jahat.

Meski gagal dari tujuan utama, namun apa yang mereka ciptakan mampu mengubah dunia saat ini. Untuk menciptakan kembang api pertama di dunia ini, mereka membungkus mesiu ke dalam tunas bambu lalu melemparkannya ke dalam api sehingga menimbulkan ledakan kencang.

Setelah itu, kembang api berevolusi. Tunas bambu digantikan dengan tabung dari kertas. Namun, kali ini mereka tidak langsung melemparkan tabung ke dalam api, melainkan menggunakan kertas tisu sebagai sumbu. Pada abad ke-10, orang-orang Tiongkok mulai menyadari bahwa mereka dapat membuat bom dari mesiu. Mereka pun terbiasa melekatkan petasan ke panah sebelum menembak musuh. Dua ratus tahun berikutnya, kembang api dikembangkan menyerupai roket: ia dapat dilepaskan ke area lawan tanpa menggunakan bantuan panah. Teknologi ini masih digunakan sampai sekarang–terutama saat acara pertunjukkan kembang api.

Simbol perayaan

Pada 1295, Marco Polo membawa kembang api dari Tiongkok ke Eropa. Kemudian, sekitar abad ke-13, bubuk mesiu dan resep untuk menciptakannya pun tersebar di sana–juga Semenanjung Arab--melalui para diplomat, penjelajah dan misionaris Prancis. Dari sana lah, Barat mulai mengembangkan mesiu menjadi senjata yang lebih kuat seperti meriam dan senapan. Meski begitu, orang-orang Barat tetap mempertahankan ide orisinal kembang api dan menggunakannya saat perayaan. Di abad pertengahan, para pelawak bahkan menyalakan kembang api untuk menghibur para penontonnya.

Kembang api sebagai bagian dari hiburan juga disetujui oleh pemimpin-pemimpin Inggris. Kembang api pertama di Kerajaan Inggris dinyalakan untuk merayakan pesta pernikahan Henry VII pada 1486. Tidak mau kalah, Peter the Great yang merupakan Tsar Russia, menyelenggarakan pertunjukkan kembang api selama lima jam saat kelahiran putranya.

Saat orang-orang Eropa akhirnya berkelana ke Dunia Baru (Benua Amerika), resep kembang api mereka pun ikut terbawa ke sana. Menurut History.com, Kapten John Smith adalah orang yang pertama kali menyalakan kembang api di Jamestown, Virginia, pada 1608. Meski begitu, tradisi pesta kembang api di Amerika, baru mulai dilaksanakan pada 4 Juli 1776, untuk merayakan Deklarasi Kemerdekaan. Hingga kini, setiap peringatan Hari Kemerdekaan AS (Fourth of July), selalu dimeriahkan dengan pertunjukkan kembang api.

Kembang api warna-warni

Selama Renaisans, sekolah-sekolah piroteknik (teknik pembuatan kembang api dan petasan) bermunculan di Eropa. Murid-murid di sana diajarkan untuk menciptakan ledakan yang rumit. Di Italia, kembang api sangat populer. Pada 1830-an, orang-orang di negara tersebut, menambahkan sejumlah kecil logam dan bahan lainnya untuk meningkatkan kecerahan cahaya dan menciptakan berbagai bentuk pada ledakan kembang api. Mereka juga bisa menambahkan warna pada kembang api. Kala itu, semua letupan kembang api berwarna oranye. Namun, warga Italia tak puas dengan hal tersebut. Mereka kemudian mulai menggabungkan beragam senyawa – menciptakan warna kembang api yang mirip dengan saat ini. Mereka menggunakan strontium untuk memunculkan warna merah, barium untuk hijau, tembaga untuk biru, dan sodium buat kuning.

Share:

Bahagia Ala Nordik dengan Gaya Hidup Hygge

 


Tahun 2020 yang sudah berada di penghujung mungkin layak disebut sebagai tahun yang suram. Betapa tidak, seluruh dunia harus menjalani karantina mandiri karena pandemi global Covid-19. Kondisi pandemi yang mengharuskan masyarakat untuk karantina mandiri menyebabkan tingkat stess yang meningkat. Seperti dilansir dari okezone.com, dari hasil penelitian oleh Peneliti dan Pengajar Vokasi Humas Universitas Indonesia (UI) diketahui bahwa masyarakat mengalami stress.

 

“Hasil studi big data dan dikaitkan dengan penelitian kualitatif yang dilakukan terhadap warga tentang kondisi mental mereka selama pandemi. Temuan kualitatif dengan metode fenomenologi, mengungkapkan bahwa warga mengalami stres. Mereka merasakan himpitan luar biasa. Di mana, para informan menyampaikan bahwa mereka mengalami tekanan dari dua dunia, offline dan online sekaligus, layaknya burger,” kata peneliti Vokasi Humas UI, Devie Rahmawati saat acara Focus Group Discussion yang digelar Pokja Wartawan Kota Depok, Jumat (13/11/2020).

 

Ditengah kondisi seperti ini, ada satu gaya hidup dari Denmark yang dapat diterapkan untuk mengurangi stress. Gaya hidup tersebut adalah Hygge. Hygge adalah sebuah konsep dari negara-negara Nordik.

 

Bayangkan Anda berada pada situasi ini; Anda berada di tempat favorit saat hujan dan membaca buku kesukaan, atau bercengkerama bersama sahabat, menikmati makanan nikmat. Rasa aman dan nyaman yang ada dalam bayangan Anda itulah yang disebut dengan hygge.

 

"Saat semuanya berlaku sebagaimana mestinya. Teman yang cocok, suhu sempurna, Anda merasa nyaman, aman, hangat, dan senang," jelas Marie Tourell Soderberg dalam bukunya, Hygge.

 

Gaya hidup hygge (dibaca hooga) sendiri mulai digandrungi sejak Denmark dinobatkan menjadi satu dari tiga negara paling bahagia di dunia oleh The World Happiness. Lalu, seperti apa sih pola hidup hygge ini? Konon katanya dengan pola hidup hygge membuat Denmark menjadi satu dari tiga negara paling bahagia di dunia.

 

Sumber: BuzzFeed

 

Salah satu buku yang populer tentang hygge adalah How to Hygge, karya Signe Johansen. Di dalamnya, Johansen memaparkan konsep hygge. Berikut beberapa di antaranya.

 

Orang-orang Nordik berusaha menghabiskan banyak waktu di luar ruangan. Baik itu sekedar menikmati alam maupun berolahraga di luar ruangan secara rutin. Kembali ke alam, menurut mereka lebih menyehatkan.

 

Makan cara hygge berarti makan bersama. Orang-orang Skandinavia biasanya menyediakan waktu khusus untuk makan bersama keluarga setiap hari. Menurut mereka, keseimbangan antara hidup dan pekerjaan adalah kunci sukses melindungi diri dari stres.

Orang-orang Nordik, memerhatikan asupan makanan. Mereka cenderung memilih makanan yang rendah kolesterol. Sehingga mereka tak perlu merasa bersalah saat ingin menikmati makanan favoritnya seperti bacon atau bir, karena hanya mengonsumsinya dalam porsi wajar.

Beberapa hal di atas dilakukan orang-orang Nordik dalam keseharian. Anda pun dapat mencoba mempraktikkannya di kantor. Soderberg memberikan beberapa tips yang bisa Anda coba.

 

Di antaranya mengatur meja kerja, menambahkan tanaman sebagai penghias meja, dan makan siang di luar bersama rekan kerja. Hal-hal sederhana yang tak sulit untuk dipraktikkan.

 

Evening Standard melansir, Anda juga dapat mencoba mewujudkan konsep hygge lewat interior rumah. Intinya, desain ala Skandinavia memiliki ciri khas simpel dan bersih.

Ternyata, hygge berhasil mewujudkan kehidupan bahagia. Hal ini terbukti dari indeks kebahagiaan. Islandia, Denmark, Norwegia, Finlandia, dan Swedia selalu masuk dalam 10 besar negara paling bahagia. Bahkan tak jarang jadi jawara.

 

Share:

Definition List

Unordered List

Support